Perjalanan Hidupku

Abu Usamah Khalid Sabardi
Masa Kecil

Pada 20 November 1988 atau yang bertepatan dengan tanggal 10 Rabi’uts Tsani 1409 H bertempat di RS Budi Asih, Jl Dr Sahardjo Jakarta Selatan lahirlah seorang anak bernama Rendy Dwi Novalianto dari pasangan Suyadi bin Soejitno bin Sabardi dengan Aprillia Indiatie bintu R. Soemekto bin RM Utsman Sastrosukarjo

Rendy merupakan anak kedua dari keluarga kecil tersebut, kakaknya bernama Reno Agustianto lahir pada 8 Agustus 1981 dan adiknya Tantio Tri Adhi Saputra lahir pada 29 Januari 1992

Rendy kecil banyak mendapat asuhan dari neneknya Toedjiah n adik sang nenek Soemarni n Soemarsih, dari merekalah Rendy kecil banyak diajari banyak hal, termasuk dari merekalah kemudian Rendy kecil menjadi sangat suka membaca berbagai buku terutama sejarah.

Rendy kecil sering dibacakan buku2 cerita n cerita masa lalu oleh sang Nenek n saudari2nya. Rendy kecil juga menjadi akan yang sangat disayang oleh sang Nenek, bahkan oleh seluruh keluarga, hal ini beralasan karena sang Ibu setelah melahirkan anak pertama sempat divonis tidak akan bisa memiliki anak lagi, namun Allah Azza Wa Jalla berkehendak lain, 6 tahun setelah anak pertama lahir Allah Azza Wa Jalla karuniakan anak kedua. Namun berbagai masalah kembali merundung, karena kondisi kandungan yang lemah. Kondisi ini menyeabkan kandungan sang Ibu sempat beberapa kali hampir keguguran, bahkan hampir tiap bulan sang Ibu harus dirawat di rumah sakit karena masalah dengan kandungannya.

Namun Qadarallah sang Bayi lahir dengan selamata, walaupun dalam kondisi duka, karena 2 bulan sebelum dilahirkan, sang Kakek tercinta R. Soemekto meninggal pada usia 71 tahun.

Pesan sang Kakek sebelum meninggal membuat keluarga besar R. Soemekto semakin menyayangi sang anak….

Selesai dilahirkan ternyata masalah kembali merundung, berbagai penyakit menimpa sang bayi mungil, bahkan setelah dilahirkan sempat dianggap buta oleh dokter yang menanganinya. Berbagai penyakit seperti Asma menimpanya.

Tiap beberapa bulan sekali Rendy kecil harus diinapkan di rumah sakit, namun kondisinya yang lemah tidaklah menyurutkan keceriaannya.

Saat masuk SD, kondisinya berangsur membaik. Di SD inilah kreativitas n kepandaiannya lebih terasah, keingintahuannya yang besar terkadang membuat para guru kesal n terdiam.

Di SD ini pulalah ia ikut kelompok kesenian angklung di sekolahnya selama 3 tahun n puncak dari prestasi kelompok ini adalah dimenangkannya kejuaraan musik bambu tingkat nasional tahun 1999 yang diselenggarakan di Departemen Pariwisata untuk kategori Pemula.

Di SD ini Rendy kecil menemukan para sahabatnya yang paling dekat, diantaranya adalah Rani Ariesti yang sudah dikenalnya sejak TK, juga Renno Pratama n Lulu Nadya P. yang selalu belajar bersama, bahkan sampai SLTP n kadang2 juga masih belajar bareng saat di SMA.

Selepas SD, Rendy melanjutkan ke jenjang SLTP. Di sinilah ia mulai bersinggungan dengan gerakan Islam, saat itu kerusuhan di Maluku baru saja meletus n Lskar Jihad mengirimkan ribuan anggotanya ke Maluku. Kebetulan di sekitar rumahnya banyak terdapat anggota Laskar Jihad, seperti Abu Kholid, Abu Bakr, Wawan dll. Tiap Jum’at di Masjid Baitussalam Rendy yang mulai menginjak remaja dengan semangat mengumpulkan buletin milik laskar jihad yang melaporkan perkembangan jihad di kepulauan Maluku. Buletin tersebut dikumpulkan dan disimpan dengan baik olehnya. Satu saat ada seorang khatib Jum’at yang sangat berbeda dengan khatib lainnya, Sang Khatib sangat bersemangat n materi yang disampaikannya sangat membekas di hati Rendy remaja, sepanjang khotbah Rendy remaja dengan seksama memperhatikan khotbah tersebut, walau ia sholat di lantai 2 n tidak dapat melihat sang khotib.

Sang Khotib membawakan hadits tentang perpecahan umat, bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan dan 72 masik neraka n hanya 1 yang masuk surga, yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sang Khotib juga menambahkan bahwa saat ini banyak jama’ah yang mengaku Ahlus Sunnah tapi mereka pada hakekatnya bukanlah Ahlus Sunnah tetapi Ahlul Bid’ah yang sesat.

Itulah awal mulanya perkenalan Rendy dengan Salafy. namun apa mau dikata ternyata Allah Azza Wa Jalla belum menakdirkannya untuk mengikuti jalan Salaf. Waktu terus berjalan dan Rendy remaja malah berkenalan dengan ajaran Syi’ah yang benar-benar bertolak belakang dengan ajaran para Salafush Sholeh.

Perkenalan dengan syi’ah ini dimulai dari internet, karena rasa ingin tahu yang sangat besar dari Rendy remaja akhirnya menjerumuskannya kepada aliran yang sangat jelas kesesatannya ini, namun karena pengetahuan agama yang sangat minim yang hanya disertai oleh semangat belaka pada akhirnya semakin mendorong Rendy remaja untuk semakin masuk pada aliran sesat ini

Setahun lebih Rendy remaja menyembunyikan kesyi’ahannya, sampai akhirnya ia sadar akan kesalahan jalan yang ia tempuh. Saat duduk di bangku kelas 2 SMA Rendy remaja bertobat dan kembali ke mahzab yang dianut oleh leluhurnya, namun belum juga ia kembali ke Jalan Salafush Sholih. Selama kurang lebih 6 bulan ia mencari bentuk Islam yang benar, hingga Suatu pagi di saat hari ‘Idul Adha ketika ia mengikuti Sholat ‘Ied di depan gedung Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia ia teringat dengan mahzab Salafdua minggu setelah hari raya ‘Ied itu Rendy remamengambil semua buku yang menerangkan tentang Salaf yang dijual di salah satu toko buku  di Jalan Matraman. Sepuluh buku ia beli, kebanyakan tentang akhlak Salaf.

Tidak cukup dengan membeli buku, Rendy remaja juga mencari artikel tentang Salaf dan Salafy dari internet, betapa senangnya Rendy remaja ketika ia mendapati cukup banyak situs Salafy berbeda dengan ketika ia mencari situs internet tentang Syi’ah. Dari situs-situs yang mengaku Salafy inilah Rendy remaja mengetahui jadwal ta’lim Salafy di Jakarta. Setidaknya ada tiga ta’lim Salafy yang ia catat saat itu, Ta’lim Ustadz Muhammad Umar As Sewed di Pancoran, Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas di DDII dan Ustadz ‘Abdul Hakim bin Amir Abdat di Krukut. Dari ketiga ta’lim tersebut, walau Rendy remaja entah mengapa lebih condong ke ta’lim yang pertama, namun karena jarak dan tempat yang tidak diketahui oleh Rendy remaja ia maka memilih ta’lim Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas di DDII setiap hari selasa siang. Hal ini karena letak sekolah Rendy remaja yang tidak begitu jauh dari DDII.

Jadilah selama 4 bulan Rendy remaja mengikuti ta’lim di DDII, sampai pada suatu minggu, ketika Rendy remaja bersama ayahnya menghadari bedah buku di sebuah Masjid di Bekasi Barat, seorang ikhwan membagi-bagikan pamflet tentang ta’lim Ustadz Muhammad Umar As Sewed di Masjid Yarsi, Cempaka Putih. Namun ketika ikhwan tersebut sedang membagikan pamflet tersebut, alangkah terkejutnya Rendy remaja ketika melihat sang Ikhwan langsung diusir oleh beberapa orang yang mengaku panitia dan selebaran yang sudah terlanjur dibagikan tersebut diambil oleh panitia tersebut, kecuali pamflet yang sudah dimasukkan ke kantong jubah Rendy remaja. Inikah perlakuan seorang Salafy terhadap saudarany pikir Rendy remaja. Saat itulah Rendy remaja langsung bertekad untuk datang ke ta’lim Ustadz Muhammad Umar As Sewed tersebut, bahkan dua minggu sebelum ta’lim tersebut Rendy remaja sudah berusaha mencari buku yang akan di bahas saat itu, yaitu Aqidah Salaf Ashabul Hadits dan satu kitab lagi yang tidak berhasil didapatkan terjemahannya oleh Rendy remaja.

Ketika hari yang dinantikan tiba, Rendy remaja dengan diantar oleh sang Ayah datang ke Masjid Yarsi sekitar setengah jam sebelum acara dimulai, yang ternyata Masjid tersebut masih kosong, hanya ada seorang lelaki yang sedang duduk-duduk di sebelah tumpukan kardus yang ternyata berisi buku-buku agama dagangannya.

Mawardi, itulah nama lelaki yang sedang duduk tersebut. Dengan ramah Mawardi menghampiri Rendy remaja yang sedang duduk sambil mengamati sekeliling Masjid. Setelah berkenalan Mawardi mulai menjajarkan dagangan berupa buku-buku Islam, langsung saja Rendy remaja tertarik dan membeli sebuah majalah dengan nama Asy Syariah. Pada pukul sembilan lebih beberapa menit, halaman Masjid mulai ramai oleh beberapa lelaki lain yang ternyata juga merupakan pedagang, ada Refi yang membuka dagangan berupa buku-buku, cd, kaset dan obat-obatan di bawah tangga Masjid, Abu Bakar yang wajahnya sering di lihat oleh Rendy remaja di Masjid tempat ia biasa sholat Tarawih saat bulan Ramadhan yang ternyata berdagang baju Muslim, dan beberapa pedagang lainnya yang memilih pinggiran halaman Masjid dan di sekitar pohon di tengah halaman masjid untuk berjualan.

Sekitar Pukul sembilan lebih empat puluh lima ta’lim dimulai, Masjid langsung dipenuhi oleh ratusan Salafiyyin yang mengisi sekitar setengah Masjid. Rendy remaja yang sangat bersemangat mengikuti ta’lim ini duduk di dekat tiang tempat ia berkenalan dengan Umar, seorang mahasiswa teknik UI asal Surabaya. Ada satu pemandangan yang membuat Rendy remaja kagum saat pertama kali datang ta’lim ini, yaitu para wanita yang memakai jubah panjang yang menutupi seluruh tubuh mereka termasuk mata, disertai dengan sikap jalan mereka yang anggun sekaligus gagah. Berbeda dengan pemandangan yang ia dapati saat datang ke ta’lim di DDII, walau banyak wanita yang juga memakai cadar namun jilbab mereka tidak sepanjang jilbab para wanita yang ia lihat kali ini, selain itu sikap beberapa wanita yang menghadiri ta’lim di DDII juga sangat jauh berbeda dengan keanggunan para wanita yang ia sedang saksikan saat ini.

Refleksi

6 tahun sejak pertama kali mengenal dakwah Salafiyyah saya mendapat banyak pengalaman yang membantu mendewasakan pemikiran saya. Pengalaman selama kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan pergaulan dengan banyak pihak di Yogyakarta pada akhirnya mewarnai pemikiran dan perilaku saya. Termasuk terjatuhnya saya ke dalam beberapa kesalahan dan periode futur yang cukup panjang.

Namun Alhamdulillah cahaya kebenaran selalu dapat dibedakan dari kegelapan kesesatan. Selama periode futur tersebut keyakinan bahwa aqidah dan manhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah aqidah dan manhaj yang benar tetap tak pernah hilang. Benih – benih aqidah syi’ah yang dulu saya pernah yakini, seringkali menimbulkan keresahan dalam masa – masa futur saya. proses tersebut pada akhirnya merupakan suatu proses pembelajaran yang sangat berharga. karena dari sanalah saya semakin yakin tentang kebenaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah walau masih dalam kondisi futur.

satu demi satu kegundahan tentang aqidah syiah terjawab dengan hujjah yang kokoh. Insya Allah saya akan coba menuliskan/menterjemahkan berbagai syubhat tersebut disertai jawabannya.

Kali ini dengan semakin teguh ku ikrarkan bahwa aqidahku adalah Atsari yang berpegang teguh dengan atsar Salaf Ash Shalih dan Mahdzab fiqh ku adalah Hanbali yang memuliakan hadits dalam pengambilan hukum fiqh.

Responses

  1. assalamualaikum rendi..
    wah udah baca perjalanan hidup..
    seru!!!!

  2. Wa’alaykumsalam

    Wah2 ada juga yang mau baca tulisan gw
    pa kabar?
    kapan liburan?

  3. baik ren…liburan kira2 juli..
    ceritanya….di google iseng2 searching nama renno..keluarlah situs ini hehehehehe
    sumpah gw bingung pertamanya tapi pas udh baca sounds great ren…!!!cool!!

  4. Assalamu alaikum. Habis baca perjalanan hidup antum. Masya Allah. Semoga kita semua senantiasa dapat istiqomah di atas sunnah. Barokallahu fikum.

  5. Masya Allah…
    Assalamu’alaikum
    kenaliakh. Ana Abu Hanif Pery. Mampir ke blog ana di http://www.hanif019.wordpress.com

  6. Wa’alaykumsalam Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    Salam kenal bwat Abu Hanif Pery

  7. Assalamualaikum,ana mau kenal ma antm,skaligus b’tman.ana skrng ada di muna sibuk ngajar d smp walau masi honor br seminggu.ana knal salafy d MKS krn kul di unhas n akta 4 di pare2.ini no hp ana 0852********

  8. Wa’alaykumsalam
    Tafadhol ya akhi. anta bisa hubungin ana mlalui email abuusamah88@yahoo.com. atau bisa chat lwat ym

  9. Assalamualaikum wr. wb.

    Salam kenal dr saya!!! aku tadi terinspirasi dari guru saya, yang bercerita tentang onani, dan hal itu tidak boleh dilakukan. terus aku mbukak dari google dan menemukan artikel di atas, dan saya baru paham dengan hal itu. dan ana ingin dengan artikel itu, ana dapat menyadarkan diri ana sendiri dan temen2 yang juga nglakuin hal itu, untuk saya copy and ana tempelkan ke mading school ana…..! apa hal itu boleh ana lakukan??!!

  10. Bismillah. Masyaallah..kisahnya antum bagus.. Alhamdulillah Allah memberikan hidayah untuk bisa antm mngenal dakwah salaf. jgn sia2kan hidayah yg Allah berikan akhiy.keep semangt n istiqomah. dgn mengikhlaskan niat dan menjaga hati-hati dari segala upaya syaithân untuk menggelincirkannya dari jalan yang Allâh -’azzâ wa jalla- ridhai.
    Antm main k’blog kami ya (“mimbarsunnah.co.cc”)!!

  11. assalamualikum
    apakah saya bisa menjalin silaturahim dengan anda.apakah saya masih bisa?saya butuh pendapat dan saran anda,saya percaya anda bisa membantu saya..saya mohon..
    wassalamualikum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: