Posted by: abuusamah88 | November 19, 2009

Ayo Bangkit BSMI Yogya!

Ayo Bangkit BSMI Yogya!*

“Bheti bisa merasakan semangat teman – teman, semoga ini bisa menjadi awal kebangkitan BSMI setelah lama berhibernasi”, Ucap dr. Bheti beberapa hari lalu. Mungkin ini juga harapan dari semua pengurus dan anggota BSMI Yogyakarta, agar BSMI Yogya bisa kembali banyak berkontribusi untuk Umat. Harapan – harapan yang selalu keluar dari lisan – lisan para pengurus dan anggota yang Insya Allah didorong oleh kegelisahan hati dan keikhlasan. Kegelisahan karena beban amanah di atas pundak – pundak mereka yang bertanggung jawab atas kelangsungan BSMI yang lahir dari rahim Umat untuk Bangsa Indonesia. Memang kondisi BSMI Yogyakarta selama 2 tahun belakangan bisa dibilang berada di dalam kondisi berhibernasi sebagaimana istilah dr. Bheti atau dalam istilah salah satu akhwat pengurus BSMI, “gaung BSMI Yogya tidak terdengar lagi”.

Tidak dapat dipungkiri faktor keikhlasan dalam beramal dan membantu sesama merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan organisasi sosial semacam BSMI, dan tidak dapat dipungkiri keikhlasan para pengurus dan anggota BSMI Yogya demi membesarkan BSMI sekaligus untuk membantu sesama insan ciptaan Allah Subhana Wa Ta’ala serta berdakwah fisabilillah juga begitu besar, Bukankah baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang menjadi qudwah bagi segenap umat Islam bersabda, yang diriwayatkan oleh sahabat Umar Ibn Al Khaththab Radhiyallhu’anhu, “Setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya” (HR Bukhari dan Muslim). Keikhlasan yang juga dicontohkan oleh pimpinan BSMI baik di level pusat seperti yang dicontohkan oleh dr. Basuki Supartono dan istrinya dr. Prita yang tanpa kenal lelah terus membantu sesama sambil terus berdakwah fisabilillah bahkan keduanya berulang kali membantu sesama dimana saja, masih ingatkah kita serangan Israel ke Lebanon dan kemudian ke Gaza yang membuat keduanya tidak tinggal diam dan langsung terlibat membantu mereka yang menjadi korban kebiadaban Israel. Maupun dicontohkan oleh ketua BSMI Yogya sendiri, dr. Bambang Edi yang sangat banyak berkorban tidak hanya bagi BSMI tapi juga bagi Umat dan bangsa Indonesia walaupun kondisi kesehatan beliau mulai menurun.

Namun tidak bisa dipungkiri juga kondisi internal BSMI Yogya sendiri terkadang memang membuat para ikhwan dan akhwat pengurus dan anggota BSMI Yogya menjadi sedikit frustasi. Kelemahan dalam hal manajerial dan koordinasi seringkali menghambat niat baik dari para ikhwan dan akhwat di dalam BSMI untuk membantu umat. Tidak kah kita menghitung berapa program kerja yang tidak memiliki kejelasan hingga sekarang, dari Departemen Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga setidaknya ada 2 program yang tidak jelas, yaitu road show BSMI Yogya 2009, Pelatihan kehumasan dan fundraising padahal tahun 2009 sudah hampir berakhir. Tidak kah kita menyadari bahwa Bidang PSDM BSMI Yogya bisa dikatakan mati suri dan bahwa Bidang Khusus Pengembangan Klinik Sosial yang rencananya membuka klinik bekerja sama dengan LAZIS Masjid Syuhada masih saja belum menunjukkan kejelasan?

Salah satu akhwat anggota BSMI Yogya pernah bertutur ke dr. Bambang, “Pak kok saya merasa hanya mendapat sedikit manfaat dari BSMI”. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh sebagian ikhwan dan akhwat di dalam BSMI. Namun seharusnya pertanyaan tersebut pertama kali harus ditujukan kepada diri kita masing – masing, sudah seberapa besar pengorbanan kita untuk BSMI dan untuk umat? Dan seberapa besar keikhlasan kita dalam berkorban?

Salah satu firman Allah Subhana Wa Ta’ala berbunyi, “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuk-Nya ” (QS Al Anbiya: 94). Ketika kita sebagai Muslim membaca ayat ini, bukankah selayaknya kita semakin bersemangat dalam berbuat kebajikan, karena Allah Subhana Wa Ta’ala berjanji tidak akan mengingkari perbuatan baik kita dan Allah Subhana Wa Ta’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

Tidakkah selayaknya bagi ikhwan dan akhwat BSMI Yogya untuk menjadikan Al Qur’an sebagai penghibur di saat galau hati dalam menghadapi kondisi BSMI secara khusus maupun Umat secara umum. Bukankah Allah Subhana Wa Ta’ala juga berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki – laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS An Nahl : 97). Seharusnya ayat ini menjadi kabar gembira bagi kita pengurus dan anggota BSMI. Bukankah memberikan pengobatan murah, khitanan masal, membantu korban gempa dan menolong mustadh’afin merupakan amal saleh menurut Islam? Bukankah berdakwah dengan perbuatan juga merupakan amal saleh? Dan bukankah menghimbau Umat untuk membantu sesama yang kesulitan juga amal saleh? Lantas mengapa kita patah semangat? Bukankah justru kita bergembira dengan perbuatan kita walaupun kita mungkin belum merasakan manfaat dari perbuatan kita, tapi bukankah Allah Subhana Wa Ta’ala berjanji tidak akan menyia – nyiakan amal saleh kita dan masih pula ditambah dengan janji Allah Subhana Wa Ta’ala untuk memberikan kehidupan yang baik bagi kita serta pahala yang lebih baik dari perbuatan yang kita lakukan.

Ya kita tidak boleh berputus asa atau patah semangat, bahkan kita tidak berhak untuk berputus asa atau patah semangat kita justru harus bergembira dan terus memperbaiki niat (keikhlasan) kita serta tentu saja memperbaiki kualitas dan kualitas pengorbanan kita tidak hanya untuk BSMI Yogya tapi untuk Umat. Ada beberapa cara yang bisa kita bersama lakukan untuk memperbaiki BSMI Yogya. Pertama perbaiki niat kita agar kita tetap ikhlas dalam beramal sehingga tidak habis atau sia – sia amal kita karena riya’ atau sum’ah. Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam telah memperingatkan kita bahwa riya’ akan membakar amalan kita sebagaimana api membakar kayu dan Allah Subhana Wa Ta’ala akan membuat orang yang sum’ah menjadi terkenal perbuatan baiknya namun tidak mendapat imbalan di sisi Allah Subhana Wa Ta’ala. Dan tentu saja agar perbuatan kita dapat bermanfaat tidak hanya bagi BSMI tetapi juga bagi Umat.

Perbaikan kondisi kita ini tentu saja membutuhkan amal. Kerja keras dari segenap ikhwan dan akhwat di dalam BSMI agar BSMI dapat menjadi lebih baik. Tidakkah kita teringat dengan salah satu firman Allah Subhana Wa Ta’ala. Yang Allah Subhana Wa Ta’ala memperingatkan kepada orang yang beriman bahwa Allah Subhana Wa Ta’ala tidak akan mengubah kondisi suatu kaum kecuali jika kaum tersebut berusaha untuk merubahnya. Memang sulit untuk merubah suatu keadaan, apalagi untuk merubah dari keadaan yang buruk menjadi keadaan yang lebih baik. Namun bukankah Allah Subhana Wa Ta’ala juga berfirman, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS Al Baqarah : 286) sehingga tidaklah ada alasan bagi kita untuk patah semangat dengan beban keadaan ini.

Istiqomah dalam beramal. Ya memang istiqomah adalah perkara yang sangat berat yang baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam telah menyatakannya dalam salah satu hadits. Namun beliau Shalallahu ‘alaihi wa salam juga menghibur orang – orang yang istiqomah dengan imbalan yang baik di sisi Allah Subhana Wa Ta’ala. Istiqomah dalam menapaki jalan perjuangan kita ini memang sulit, tapi yakinlah bahwa perjuangan kita tidak akan sia – sia bahkan perjuangan tersebut akan membuahkan hasil yang baik bagi kita dan tentu saja bagi BSMI dan Umat.

Bertakwa kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Kita tentunya seringkali mendengar tausiah dari para asatidzah bahwa untuk mendapatkan suatu hasil kita harus berusaha dan berdoa. Doa merupakan wujud takwa kita kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Jika kita telah memperbaiki niat kita dalam beramal dan telah berusaha sekuat tenaga untuk merubah kondisi BSMI saat ini maka sekarang saatnya kita berdoa dan bertawakal kepada Allah Subhana Wa Ta’ala agar usaha kita bisa berbuah hasil yang baik, atau jika Allah Subhana Wa Ta’ala belum berkehendak kita memetik hasil perjuangan kita di dunia, Insya Allah, hasilnya akan kita petik di akhirat. Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya” (QS Ath Thalaq : 2)

Sebagai penutup agar kita tetap terus bersemangat dalam menunaikan amanah yang ada di atas pundak kita, ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas Ibn Malik Radhiyallahu’anhu dari baginda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang berbunyi, “Tidak sempurna Iman seseorang yang tidak memiliki amanah” (HR Ahmad).

Ya Akhi, Ya Ukhti ayo terus berjuang kebangkitan BSMI Yogya adalah amanah dari Umat yang telah melahirkan BSMI kepada kita!

 

Pagi hari yang dingin,

Yogya 19 November 2009

 

Rendy Sabardi

 

*Tulisan ini hanya berupa nasihat dan penyemangat, semoga kebangkitan BSMI Yogya tidak sekedar angan belaka namun bisa terwujud secara nyata. Insya Allah harapan untuk bangkitnya BSMI Yogya akan tetap ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: