Posted by: abuusamah88 | September 18, 2008

Salaf dan Salafiyyah

SALAF DAN SALAFIYYAH

  1. MAKNA SALAF

Kata salaf sering diucapkan. Maksudnya adalah generasi pertama dari kalangan para sahabat dan tabi’in (murid-murid para sahabat) yang berada di atas fitrah (dien) yang selamat dan besih dengan wahyu Allah y

Mereka menyandarkan aqidah kepada Al Qur’an dan As Sunnah yang suci. Pemikiran mereka belum ternodai oleh pemahaman-pemahaman filsafat asing. Mereka telah berlalu sebelum pengaruh filsafat-filsafat asing tersebut merusak kaum Muslimin. Untuk mengetahui batasan (zaman) salaf, maka kita harus mengetahui batasan zaman dan manhaj mereka

  1. BATASAN ZAMAN

Adapun batasan zaman mereka adalah tiga generasi yang pertama (yaitu sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in) yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah s

Rasulullah sbersabda tentang keutamaan mereka :

قَالَ النَّبِيُّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

Sebaik-baik kalian adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in), kemudian orang-orang setelah mereka (tabi’ut tabi’in)[1]

Keutamaan ini dikarenakan segala kebaikan yang ada pada diri mereka, dan di masa mereka kelompok-kelompok sesat belum menampakkan permusuhan dan belum menguasai kaum Muslimin sebagaiman terjadi sesudah mereka tiada.

Berarti yang dimaksud salaf menurut tinjauan sejarah adalah para sahabat Nabi, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

  1. BATASAN MANHAJI

Adapun batasan manhaji adalah orang-orang yang konsisten memegang prinsip-prinsip Al Qur’an dan As Sunnah, mengutamakan prinsip tersebut di atas prinsip-prinsip akal manusia dan mengembalikan semua permasalahan yang diperselisihkan kepada keduanya, berdasarkan firman Allah y

فَإِن تَنَـٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍۢ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَ‌ٰلِكَ خَيْرٌۭ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Kemudian jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasulullah (As Sunnah) jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya” (QS An Nisa 4:59)

Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh mereka (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah). Karena kelompok-kelompok yang menyelisihi mereka dengan berbagai macam bentuknya adalah yang tidak konsisten di atas manhaj (jalan) ini.

Kelompok-kelompok yang lain menolak sebagian hadits-hadits, walaupun hadits tersebut shahih, dan mentakwilkan (menyimpangkan) ayat-ayat yang sudah jelas dengan menyangka bahwa semuanya bertentangan dengan akal sebagaimana terjadi pada ayat-ayat dan hadits-hadits yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah y

Dan tidak ada yang menetapkannya secara dhahir dan menafikkan tasybih (penyerupaan) kecuali ulama Salaf dan orang-orang yang mengikuti mereka

Allah y berfirman

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَـٰنٍۢ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّـٰتٍۢ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ ذَ‌ٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS At Taubah 9:100)

Orang-orang yang telah dijelaskan (dalam ayat di atas) dengan sifat-sifatnya adalah Salafush Sholeh. Adapun orang-orang (generasi) setelahnya dan menempuh jalan yang ditempuh mereka maka disandarkan kepada mereka dengan huruf (ي), nisbat menjadi salafi (سلفي)

Adapun orang-orang yang datang setelahnya dan tidak mengikuti jalan mereka, maka mereka adalah khalaf (خلف) dan mereka bangga dengan keadaan yang demikian itu. Mereka memisahkan jalan mereka sendiri dari jalan salaf, khususnya dalam menetapkan sifat-sifat Allah y

Bukti kongkrit yang demikian itu ada dalam tulisan-tulisan mereka yang menyatakan bahwa jalannya salaf adalah aslam (lebih selamat) dan jalannya khalaf adalah a’lam (lebih berilmu) dan ahkam (lebih lurus). Tulisan ini dan kebatilannya sangat masyhur.

Dengan adanya tulisan ini adalah sebagai bukti pengakuan orang-orang khalaf bahwa mereka bukan di atas jalan salaf, dan bahwasanya jalannya khalaf lebih banyak ilmu dan lebih lurus. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah membantah perkataan ini dan menetapkan bahwa jalan salaf adalah menghimpun segala sifat-sifat yang baik. Maka dari itu jalan mereka adalah aslam (lebih selamat), a’lam (lebih berilmu), dan ahkam (lebih lurus)[2]

(Dinukil dari Adwa’un ‘ala Kutubis Salafi terjemahan Indonesia Kajian Bagi Pemula Berkenaan dengan Salaf, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Rabi’ bin Hadi Al Madkhali, diterbitkan oleh Pustaka Sumayyah)


[1] Shahih Al Bukhari, Kitab : Asy-Syahadah dari sahabat Imran bin Hushain f

[2] Lihat Kitab Al-Fatawa Al-Hamawiyyah Al-Kubra


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: