Posted by: abuusamah88 | December 8, 2007

Dimanakah Allah?

Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

 

Assalamu’alaykum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

Oleh : Abu Usamah Khalid

Dimanakah Allah, pertanyaan bisa dianggap sebagai suatu hal yang dilematis. Kenapa dilematis? karena bagi sebagian orang terdapat kontradiksi dalam Al Qur’an tentang keberadaan Allah Azza Wa Jalla. Sebagian kaum Muslimin berpegang pada ayat tentang Ma’iyyah dan mentakwil ayat-ayat tentang Istiwa’-Nya sehingga mereka berakidah bahwa Allah Azza Wa Jalla ada dimana-mana atau beberapa kaum Muslimin berlebihan dalam ayat-ayat tentang kedekatan Allah Azza Wa Jalla sehingga mereka berakidah bahwa Allah Azza Wa Jalla menyatu atau menitis kepada makhluk-Nya. Sebagian lagi Umat Islam berpegang pada ayat-ayat tentang Istiwa’ Allah Azza Wa Jalla di Arsy-Nya. Dari banyak pemahaman yang saling bertolak belakang ini manakah aqidah yang shahih yang sesuai dengan Al Qur’an, As Sunnah dan Pemahaman Salafush Sholeh.

Dalil-Dalil Keberadaan Allah Azza Wa Jalla

Dalil-dalil dari Al Qur’an

  • “Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam si atas ‘Arsy” (Ath Thoha: 5)
  • “…Kemudian Dia beristiwa’ diatas ‘Arsy” (Al A’raf : 54, Yunus : 3, Ar Raad : 2, Al Furqon : 59, As Sajadah : 4, Al Hadid : 4)

Berkata Abu ‘Aliyah , “Istiwa’ ‘alas Samma’ artinya istifa’ (diatas)”

Berkata Mujahid, “Istiwa’ artinya ‘alaa (diatas)” (Fathul Barry)

Berkata Imam Al Qurthuby, “Dan para salaf terdahulu tidak mengatakan atau melafadzkan bahwa tidak ada arah (sisi) bahkan mereka sepakat mengatakan dengan lisan-lisan mereka untuk menetapkan bagi Allah Azza Wa Jalla sebagaimana Al Qur’an dan Rasul-Nya berbicara dan tidak ada seorangpun dari salaf yang mengingkari bahwa Allah Azza Wa Jalla ada di atas Arsy-Nya secara hakiki dan mengkhususkan ‘Arsy-Nya karena ia merupakan makhluk yang paling besar dan mereka tidak mengetahui kaifiyyat (bagaimana) istiwa’ karena tidak diketahui hakikatnya (oleh akal manusia)” (Tafsir Al Qurthuby)

Berkata Ibnu Katsir, “Manusia dalam menafsirkan ayat ini sangat banyak pendapatnya dan bukan tempatnya untuk menjelaskannya tetapi kita mengikuti pada masalah ini mahzabnya As Salafush Shalih, seperti: Malik, Al Auza’i, Ats Tsauri, Al Laitsy bin Sa’ad, Asy Syafi’i, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih dan selainnya dari kalangan Imam-Imam kaum Muslimin baik dahulu maupun sekarang. Yaitu menafsirkan sebagiamana adanya (zhohirnya) tanpa takyif (membagaimanakan), tasybih (menyerupakan), dan ta’thil (menolaknya)” (Tafsir Ibnu Katsir)

  • “Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di atas langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga tiba-tiba bumi itu berguncang” (Al Mulk : 16)

Imam Ahmad berkata, ” Ini berita dari Allah Azza Wa Jalla yang memberitahukan pada kita kekuasaannya. Dia berada di atas langit dan kami mendapati segala sesuatu di bawah-Nya adalah tercela, Allah Azza Wa Jalla berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkat yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi mereka” (An Nisa : 145)

(Ar Ra’du ‘alal Jahmiyah)

Imam Al Baihaqy berkata, “Berkata Syaikh Abu Bakr Ahmad bin Ishaq bin Ayyub Al Faqih, ‘Kadang-kadang orang Arab meletakkan kata fi di tempat ‘ala sebagaimana firman Allah dalam Ath Thoha : 29 dan At Taubah : 2. Demikian pula firman-Nya fis samma’ maknanya di atas langit.”

  • “Dan adalah ‘Arsy-Nya diatas air
  • “Sucikanlah nama Rabbmu yang Maha Tinggi” (Al A’la : 1)
  • Mereka takut kepada Tuhan mereka yang diatas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (An Nahl : 50)
  • “Dan berkatalah fir’aun: ‘Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pitu langit, supaya aku dapat melihat Rabb Musa dan sesungguhnya aku menganggapnya sebagai seorang pendusta’ Demikianlah dijadikan fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu dan dia dihalangi dari jalan (yang benar) dan tipu daya fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian” (Al Mu’min : 36-37)
  • “Kursi Allah meliputi seluruh langit dan bumi dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya dan dan Dia itu Maha Tinggi dan Maha Agung” (Al Baqarah : 255)
  • “Tetapi (sebenarnya) Allah telah mengangkatnya (Isa) kepada-Nya…” (An Nisa : 158)
  • “Perkataan-perkataan yang baik naik kepada-Nya dan amalan-amalan sholih diangkat kepada-Nya” (Fathir : 10)
  • “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombonkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit ((Al A’raf : 40)
  • “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada-Nya (Allah) (Al Ma’arij : 4)
  • “Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya (An Nahl : 2)
  • “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi kemudian (urusan itu naik kepada-Nya (As Sajdah : 5)
  • “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an dan sesungguhnya Kami-lah yang memeliharany” (Al Hijr : 9)
  • “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu” (Al Anbiya : 10)
  • ” Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang diberkati yang telah Kami turunkan…” (Al An’am : 92)
  • “Seagaimana yang mereka katakan ‘Niscaya Tuhan-Tuhan itu mencari jalan menuju Tuhan yang memiliki ‘Arsy'” (Al Isra’ : 42)
  • “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat memikiul ‘Arsy diatas (kepala-kepala) mereka (Al Haqqah : 17)

Dalil-Dalil Dari As Sunnah

  • Dari Abi Sa’id Al Khudry, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Tidakkah kalian percaya kepadaku, sedangkan aku adalah kepercayaan yang berada di langit. Datang kepadaku wahyu dari langit di waktu pagi dan petang” (HR Bukhari-Muslim)
  • Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam, “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar Rahmaan, sayangilah siapa saja yang berada di bumi, niscaya kalian akan di sayangi oleh Yang Berada Di Atas Langit” (HR Abu Daud-Tirmidzi)
  • Dari Mu’awiyah bin Al Hakam As Sulamy, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya (kepada budak wanita Mu’awiyah), “Dimana Allah?” Dia Menjawab, “Di atas langit” dan Beliau Shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya (lagi), “Siapakah aku?” Dia menjawab, “Engkau adalah Rasulullah” Kemudian Beliau Shalallahu ‘alaihiwa salam bersabda, “Merdekakanlah dia karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah” (HR Muslim)
  • Di dalam Shahih Bukhari diriwayatkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Ketika engkau meminta sesuatu kepada Allah mintalah kepada-Nya surga Al Firdaus, karena surga tersebut merupakan surga yang berada di tengah-tengah dan merupakan tingkatan tertinggi dari semua surga. Diatasnya terdapat ‘Arsy Allah Yang Maha Pengasih dan darinya bersumber sungai-sungai surga.”
  • Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan kepada orang yang sakit untuk berdoa, “Wahai Tuhan kami yang berada di langit sucikanlah nama-Mu, perintah-Mu berlaku di langit dan di bumi, sebagaimana kasih sayang-Mu di langit, maka jadikanlah rahmat-Mu di muka bumi. Ampunilah kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kami. Engkau adalah Tuhan orang-orang yang baik, turunkanlah suatu rahmat diantara rahmat-Mu, dan penyembuhan diantara penyembuhan-Mu terhadap rasa sakit ini.” (HR Abu Daud)
  • Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam berdoa, “Engkaulah (Yang Maha Tinggi) dan tidak ada satu pun yang berada di atas-Mu.” (HR Muslim)
  • Ummul Mu’minin Zainab Radhiyallahu ‘anha pernah berkata kepada istri-istri Nabi yang lain, “Keluarga-keluarga kamu yang menikahkan kalian, tetapi pernikahanku diatur oleh Allah dari atas tujuh lapis langit.”

Perkataan Para Imam

  • Berkata Abu Nashr As Sijazy

“Dan para Imam kami , seperti Ats Tsaury, Malik, Ibnu Uyainah, Hammad bin Zaid, Al Fudhail (bin Iyadh), Ahmad (bin Hanbal) dan Ishaq (bin Rahuyah) semuanya sepakat bahwa Allah berada di atas ‘Arsy dengan Dzat-Nya dan sesungguhnya ilmu-Nya ada di seluruh tempat.” (Ijtima’ul Juyusy)

  • Berkata Abu Umar Ath Thalmanky dalam Al Ushul,

“Sepakat kaum Muslimin dari kalangan Ahlus Sunnah bahwasanya Allah istiwa’ di atas ‘Arsy dengan Dzat-Nya.”

  • Berkata Al Auza’iy,

“Kami berkata sedangkan para tabi’in masih banyak tersebar, ‘Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi penyebutan-Nya berada di atas ‘Arsy-Nya dan kami beriman terhadap semua yang datang dari As Sunnah berupa sifat-sifat-Nya.” (Al ‘Uluw)

  • Berkata Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit Al Kufiy,

“Siapa yang mengatakan, ‘Saya tidak mengetahui Rabbku apakah dia di langit atau di bumi’, maka dia kafir karena Allah Azza Wa Jalla berfirman,

“Ar Rahmaan yang bersemayam di atas ‘Arsy” (Thaha : 5)

Dan ‘Arsy-Nya diatas 7 langit”. Maka Abu Muti’ Al Hakam bin ‘Abdillah Al Balkhy berkata, “(Bagaimana hukumnya) Apabila ada yang mengatakan bahwasanya Allah diatas ‘Arsy istiwa’ akan tetapi dia mengatakan bahwasanya saya tidak mengetahui apakah ‘Arsy itu ada di langit atau di bumi?” Beliau menjawab, “Dia kafir sebab ia mengingkari keberadaan-Nya di atas langit, karena sesungguhnya Allah Ta’ala berada di atas tempat yang paling tinggi dan Dia dimintai (doa) dari atas dan bukan dari bawah.” (Fiqhul Akbar)

  • Berkata Imam Darul Hijrah Malik bin Anas ketika ada orang yang bertanya bagaimana Istiwa’ Allah,

“Istiwa’ itu dipahami maknanya, kaifiyatnya (bagaimananya) tidak diketahui, sedangkan beriman dengannya wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah dan saya tidak melihatmu kecuali seorang mubtadi”

  • Berkata Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i.

“Perkara dalam As Sunnah yang saya berada diatasnya dan yang saya melihat sahabat-sahabat kami yaitu para Ahli Hadits yang saya lihat dan saya ambil (hadits) dari mereka seperti Sufyan dan Malik dan selain keduanya, yaitu berikrar dengan syahadat bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah dan bahwasanya Allah berda di atas ‘Arsy-Nya di atas langit dan bahwasanya Allah turun ke langit dunia sesuai kehendak-Nya” (Ijtimaul Juyusy)

  • Imam Ahmad bin Hanbal menulis kitab Ar Radd ‘alal Jahmiyah wal Zanadiqah untuk menerangkan masalah ini sekaligus membantah orang-orang yang menyimpang
  • Berkata Imam ‘Abdullah bin Mubarak,

“Kami mengetahui Rabb kami berada di atas 7 lapis langit, bersemayam di atas ‘Arsy terpisah dari makhluk-Nya dan kami tidak menyatakan apa yang dikatakan oleh Jahmiyah bahwa Allah berada di sini” beliau menunjuk bumi (As Sunnah)

Maraji’

  • Majalah An Nashihah, Volume 6 thn 1424/2004, “Dimana Allah? oleh Ustadz Luqman Jamal”
  • “Siapa Tuhanmu?” karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar
  • “Aqidah Salaf Ashabul Hadits” karya Abu Isma’il Utsman Ash Shabuni
  • “Syarah Aqidah Ath Thahawiyah” karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
  • Al Qawa’id Al Mustla fi Shifatillah wa Asma’ihim” karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
  • Syarah Asma’ul Husna” karya Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahthani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: