Posted by: abuusamah88 | October 24, 2007

Ogaden-Background-

Assalamu’alaykum

Bismillahi Ar Rahmaani Ar Rahiim

Kisah tragis yang dialami oleh umat Islam Ogaden bermula satu abad yang lalu.

Ethiopia

Peta Ethiopia

Pada tahun 1948, Inggris dengan semena-mena memasukkan sebagian besar wilayah ogaden ke dalam negara federal Ethiopia. Keputusan ini segera saja diikuti dengan masuknya tentara Ethiopia ke wilayah Ogaden dan membantai lebih dari 100.000 warga sipil Ogaden yang menentang invasi Ethiopia ke wilayah Jigjiga, salah satu kota di Ogaden.

1955 adalah tahun akhir dari keberadaan Ogaden sebagai wilayah yang terpisah dari Ethiopia, ketika otoritas Inggris secara sepihak memasukkan sisa wilayah Ogaden ke dalam Ethiopia. Tindakan ini segera memicu protes dari masyarakat Ogaden, karena kemerdekaan mereka dirampas secara semena-mena oleh Inggris dan Ethiopia, namun protes ini segera diberangus secara kejam oleh militer Ethiopia

1961, kekerasan terus berlanjut di Ogaden. Tentara Ethiopia menghancurkan kota Aisha’, Dhagahbour, dan Qalaafo. Penghancuran ini mengakibatkan ratusan penduduk sipil tak bersenjata terbunuh. Termasuk wanita dan anak-anak

Pada 1974 terjadi gejolak politik di Ethiopia. Pada tahun ini Kaisar Haile Selassie (yang dianggap oleh pengikut Rastafari sebagai penjelmaan Tuhan) di kudeta oleh pihak militer. Saat berkuasanya Junta militer yang berideologi komunis ini keadaan di Ogaden semakin buruk. Pembunuhan secara acak, penculikkan dan penahanan tanpa sebab serta perampasan harta benda milik penduduk Muslim Ogaden, adalah hal yang lumrah terjadi saat berkuasanya junta militer.

Di dalam kebijakan Amharisasi (proses untuk meng-Ethiopia-kan seluruh wilayah Ethiopia yang sebenarnya di tinggali oleh bermacam-macam etnis dengan berbagai macam bahasa , budaya dan agama, di ambil dari kata Amhara, merupakan etnis kedua terbesar di Ethiopia tetapi menguasai pemerintahan, sebagian besar beragama Kristen Ortodox dan Katholik. Amharic bahasa resmi Ethiopia yang merupakan rumpun bahasa Semit dan masih satu rumpun dengan bahasa Arab, Hebrew dan Aramaic) rezim komunis Mengistu mentransmigrasikan ribuan etnis Amhara ke wilayah Ogaden yang sebagian besar penduduknya adalah etnis Somali (Etnis Somali beragama Islam, Etnis Amhara sebagian besar beragama Kristen Ortodox dan Katholik). Hal ini dilakukan untuk mengubah kondisi demografi Ogaden dan menghilangkan identitas nasional Ogaden.

Pembagian wilayah Ethiopia

 

Ethiopia2

  1. Addis Ababa
  2. Afar
  3. Amhara
  4. Benishangul-Gumuz
  5. Dire Dawa
  6. Gambela
  7. Harari
  8. Oromia
  9. Somali/Ogaden
  10. Southern Nations, Nationalities and People’s Region
  11. Tigray

Pada 1991 Ethiopian People’s Revolutionary Democratic Front (EPRDF) berkuasa setelah menumbangkan rezim komunis. EPRDF di dominasi oleh etnis Tigray (mayoritas beragama Kristen Ortodox sedangkan yang beragama Islam menamakan diri mereka Jeberti dan kebanyakan tinggal di Eritria, kebanyakan tinggal di wilayah yang berbatasan dengan Eritria.) yang tergabung dalam Tigray People’s Liberation Front. EPRDF memperkenalkan UUD baru yang menghormati prinsip-prinsip demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Hak untuk menentukan nasib sendiri dari semua etnis yang hidup di bekas wilayah kekaisaran Ethiopia.

Ogaden National Liberation Front (ONLF) yang merupakan represtasi perjuangan rakyat Ogaden menerima UUD baru tersebut, dalam rangka mewujudkan hak-hak warga Ogaden melalui jalur damai.

1992 merupakan titik balik dari usaha perdamaian yang ditempuh ONLF, hal ini karena EPRDF melakukan sejumlah pembunuhan berencana terhadap para pemimpin ONLF, termasuk beberapa pemimpin ONLF yang duduk di Central Comitte

September 1992, untuk pertama kalinya diadakan pemilu di Ogaden untuk memilih anggota parlemen lokal. Dalam pemilu ini ONLF memenangi 84% kursi di parlemen lokal.

Pada pertengahan 1993, pemerintah lokal Ogaden mengajukan protes kepada pemerintah pusat di Addis Ababa karena intervensi yang dilakukan dan berbagai insiden yang menodai kesepakatan untuk menghormati hak-hak setiap etnis.

Di tahun yang sama pihak keamanan Ethiopia menahan Presiden,Wakil Presiden, dan Pimpinan Parlemen lokal Ogaden selama 10 bulan di Addis Ababa tanpa proses pengadilan.

28 Januari 1994, dalam sebuah konferensi Pers di Addis Ababa, ONLF mengumumkan tentang perlu diadakannya referendum di Ogaden untuk menentukan kedudukan Ogaden.

22 Februari 1994, terjadi pembantaian keji di kota Warder. 81 warga sipil tak bersenjata dibunuh oleh milisi TPLF (Tigray People’s Liberation Front) yang pro pemerintah. Saat itu TPLF mencoba menculik pemimpin ONLF Abraham Abdullah Mohammed yang saat itu sedang melakukan kampanye damai di kota tersebut.

17 April 1994 EPRDF dan TPLF melancarkan operasi militer besar-besaran untuk menumpas ONLF. Dalam operasi ini banyak pendukung ONLF yang ditahan

28 April 1994 menteri pertahanan Ethiopia, Siye Abraha yang berasal dari TPLF menyatakan bahwa semua bentuk perlawanan di Ogaden telah dihancurkan. Pada saat yang berdekatan sebuah petisi dikirimkan oleh sesepuh masyarakat Ogaden ke pada presiden dari pemerintahan transisi (Transitional Government of Ethiopia) meminta untuk dihentikannya operasi militer di Ogaden yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan untuk dimulainya sebuah perundingan damai antara pihak-pihak yang bertikai.

Pada Mei 1994 Pemerintah EPRDF membentuk satu partai boneka baru untuk memecah belah rakyat Ogaden, yang bernama Ethiopian Somali Democratic League (ESDL).

Selama sisa tahun 1994 sampai 1995 ONLF memutuskan semua kontak dengan pemerintah Ethiopia, termasuk menutup kantor perwakilannya di Addis Ababa dan memboikot pemilu.

Sejak 20 April 1994 pertempuran pecah antara militer Ethiopia di satu sisi dengan ONLF dan Al Itihad di sisi lain yang memperjuangkan kemerdekaan bagi Ogaden.

Somali

Pesebaran Etnis Somali dan komposisi Klan-klannya

Sumber

http://www.ogadenrights.org/

http://en.wikipedia.com/wiki/Ethiopia

http://en.wikipedia.com/wiki/Somalia

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/et.html

 

Wassalamu’alaykum

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: