Posted by: abuusamah88 | October 22, 2007

Ogaden Wilayah Yang Terlupakan

Assalamu’alaykum

Bismillahi Ar Rahmaani Ar Rahiim

Ogaden, Satu lagi wilayah Muslim yang sangat jarang terdengar, yang sebenarnya sedang berlangsung Jihad disana. Berbeda dengan Muslim Rohingya di Myanmar yang tidak melancarkan perjuangan bersenjata, Muslim Ogaden yang kebanyakan merupakan etnis Somali melancarkan Jihad melawan tentara Ethiopia yang beragama Kristen.

Beberapa waktu belakangan pertempuran semakin membara di Ogaden. Terutama setelah penyerangan terhadap ladang minyak di Cobolle pada 24 April 2007 oleh Ogaden National Liberation Front (ONLF) yang menewaskan 65 tentara kafir Ethiopia, 23 Warga sipil etnis Somali, dan 9 pekerja kafir asal China.

Segera setelah serangan tersebut otoritas Ethiopia kembali menggencarkan serangan ke wilayah Ogaden dan semakin mengganas dalam melakukan pembersihan etnis Somali-Muslim.

Pada 28 mei 2007 terjadi dua serangan granat di Dhagaxbuur dan Jigjiga, yang menargetkan tentara kafir namun serangan ini malah menimbulkan puluhan korban jiwa dikalangan Muslimin sendiri, akibat tembakan membabi buta tentara kafir Ethiopia yang diarahkan ke warga yang sedang berkumpul untuk menghadiri pertemuan yang di selenggarakan oleh pemerintah Ethiopia.

Setelah tiga serangan tersebut tentara Ethiopia mulai menangkapi warga Muslim Ogaden dan memenjarakan serta menyiksa mereka dengan tuduhan ikut serta dalam gerakan separatis. Penyiksaan yang dilakukan oleh pihak militer tidak jarang menyebabkan kematian, seperti yang terjadi pada 30 Mei 2007, saat ditemukan mayat pelajar di dekat markas militer Ethiopia yang ditangkap oleh pihak militer pada 28 Mei 2007 di Dhagaxbuur. Pada tubuh keempatnya ditemukan bekas-bekas penyiksaan. Penemuan mayat keempat pelajar tersebut membuat kegemparan di kalangan publik dan keluarga keempatnya, karena keempatnya adalah pelajar yang tidak memiliki afiliasi dengan organisasi politik apapun dan juga tidak memiliki atau mengikuti kegiatan politik.

Peristiwa yang menimbulkan kecaman dunia internasional ini membuat panik pemerintah Ethiopia, sehingga akhirnya pihak pers internasional juga tidak lepas dari sasaran kekerasan mereka. 3 jurnalis asing di tangkap di Dhagaxbuur. Penangkapan ini juga disertai dengan penyiksaan terhadap ketiganya, selain itu semua peralatan jurnalistik milik ketiganya yang bisa menjadi bukti kekejaman Ethiopia di sita. Pada 22 Mei 20087 Ketiganya dibebaskan 5 hari setelah ditahan tanpa alasan yang jelas dan tanpa perintah pengadilan

Dalam rangka untuk meneror rakyat Ogaden dan membatasi gerakan kemerdekaan dan Jihad Pemerintah Ethiopia telah menutup semua jalur perdagangan menuju kota Fiiq, Qabridaharre dan Wardheer. Bahkan pemerintah Ethiopia melarang masuk kendaraan yang mengangkut bahan makanan dalam rangka membuat penduduk di ketiga kota itu mati kelaparan. Satu tekhnik yang sangat sering dilakukan oleh pemerintah Ethiopia terhadap etnis-etnis yang menuntut kemerdekaan. Selain itu belasan desa di sekitar ketiga kota tersebut juga ikut dihancurkan.

Kota Fiiq adalah salah satu kota yang paling parah penderitaannya akibat pengepungan oleh militer Ethiopia. Semua kendaraan pengangkut bahan kebutuhan dasar penduduk di tahan oleh militer di kota Dhagaxbuur dan Baabili.

Pada 2 Juni 2007, Militer Ethiopia menghancurkan desa Daratoole yang terletak di utara kota Wardheer. Pada peristiwa ini ratusan penduduk sipil termasuk wanita dan anak-anak yang tidak bersenjata dibunuh dengan sangat keji oleh tentara kafir Ethiopia. Peristiwa ini menimbulkan kecaman dunia internasional dan membuat pemerintahan Presiden Meles Zenawi cukup terpukul, karena disamakan tindakannya dengan pembersihan etnis di Darfur.

Sebelumnya pada 18 Mei 2007 pihak militer juga sudah menghancurkan desa laasoole. Tidak puas dengan membakar rumah penduduk dan menjarah isinya, tentara barbar Ethiopia juga menyiksa penduduknya dan membunuh beberapa diantaranya tanpa alasan yang jelas.

Peristiwa-peristiwa tersebut menimbulkan kecaman dunia internasional terhadap pemerintah Ethiopia. Namun kekerasan makin berlanjut dan semakin meluas. Di sisi lain pihak Mujahidin Islam nampaknya juga tidak akan menghentikan Jihad melawan Ethiopia, apalagi setelah invasi terhadap Somalia oleh Ethiopia tahun lalu. Nampaknya Presiden Meles Zenawi memang ingin mengenyahkan etnis Somali dan umat Islam dari tanduk Afrika, sebelumnya Eritria juga pernah mengalami peperangan yang sangat keji melawan militer Ethiopia, kemudian pada 2006 Militer Ethiopia menginvasi Somalia dan menghancurkan pemerintahan Islam Somalia serta menggantinya dengan pemerintahan sekuler. Dan sekarang giliran umat Islam Ogaden yang merasakan kekejamanMeles Zenawi yang haus darah.

Akhi dan Ukhti ingatlah saudara-saudara kita sesama Muslim ini dalam doa-doa kalian

Ya Allah tolonglah Mujahidin Ogaden

Ya Allah Menangkanlah mereka dari tentara kafir Ethiopia

Ya Allah satukanlah barisan mereka

Ya Allah Ikhlaskanlah niat mereka

Ya Allah Jadikan mereka sabar dalam menghadapi musibah yang menimpa mereka

Ya Allah kuatkanlah mereka

Ya Allah buatlah mereka paham tentang urusan Agama mereka

Ya Allah Tolonglah mereka dalam menegakkan agama mereka

Ya Allah anugerahkan Syahid kepada mereka

Ya Allah sesungguhnya mereka diusir dari kampung mereka dan di bunuh karena mereka mempertahankan Agama mereka

Ya Allah jadikanlah ketakutan pada hati musuh-musuh mereka

Ya Allah pecah belahlah persatuan musuh-musuh mereka

Shalawat dan Salam semoga tercurah untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam

Amiin

Wassalamu’alaykum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: