Posted by: abuusamah88 | September 9, 2007

Hukum Onani/Mastrubasi dalam Islam

Kebiasaan buruk masturbasi/onani

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Tanya :
“Saya seorang pelajar muslim (selama ini) saya terjerat oleh kabiasaan onani/masturbasi. Saya diombang-ambingkan oleh dorongan hawa nafsu sampai berlebih-lebihan melakukannya. Akibatnya saya meninggalkan shalat dalam waktu yang lama. Saat ini, saya berusaha sekuat tenaga (untuk menghentikannya). Hanya saja, saya seringkali gagal. Terkadang setelah melakukan shalat witir di malam hari, pada saat tidur saya melakukannya. Apakah shalat yang saya kerjakan itu diterima ? Haruskah saya mengqadha shalat ? Lantas, apa hukum onani ? Perlu diketahui, saya melakukan onani biasanya setelah menonton televisi atau video.”

Jawab :
Onani/Masturbasi hukumnya haram dikarenakan merupakan istimta’ (meraih kesenangan/kenikmatan) dengan cara yang tidak Allah Subhanahu wa Ta’ala halalkan. Allah tidak membolehkan istimta’ dan penyaluran kenikmatan seksual kecuali pada istri atau budak wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

Yang artinya : “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, [6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. [QS Al Mu'minuun: 5 - 6]

Jadi, istimta’ apapun yang dilakukan bukan pada istri atau budak perempuan, maka tergolong bentuk kezaliman yang haram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi petunjuk kepada para pemuda agar menikah untuk menghilangkan keliaran dan pengaruh negative syahwat.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah dia menikah karena nikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedang barangsiapa yang belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi tameng baginya”. [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kita petunjuk mematahkan (godaan) syahwat dan menjauhkan diri dari bahayanya dengan dua cara : berpuasa untuk yang tidak mampu menikah, dan menikah untuk yang mampu. Petunjuk beliau ini menunjukkan bahwa tidak ada cara ketiga yang para pemuda diperbolehkan menggunakannya untuk menghilangkan (godaan) syahwat. Dengan begitu, maka onani/masturbasi haram hukumnya sehingga tidak boleh dilakukan dalam kondisi apapun menurut jumhur ulama.

Wajib bagi anda untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mengulangi kembali perbuatan seperti itu. Begitu pula, anda harus menjauhi hal-hal yang dapat mengobarkan syahwat anda, sebagaimana yang anda sebutkan bahwa anda menonton televisi dan video serta melihat acara-acara yang membangkitkan syahwat. Wajib bagi anda menjauhi acara-acara itu. Jangan memutar video atau televisi yang menampilkan acara-acara yang membangkitkan syahwat karena semua itu termasuk sebab-sebab yang mendatangkan keburukan.

Seorang muslim seyogyanya (selalu) menutup pintu-pintu keburukan untuk dirinya dan membuka pintu-pintu kebaikan. Segala sesuatu yang mendatangkan keburukan dan fitnah pada diri anda, hendaknya anda jauhi. Di antara sarana fitnah yang terbesar adalah film dan drama seri yang menampilkan perempuan-perempuan penggoda dan adegan-adegan yang membakar syahwat. Jadi anda wajib menjauhi semua itu dan memutus jalannya kepada anda.

Adapun tentang mengulangi shalat witir atau nafilah, itu tidak wajib bagi anda. Perbuatan dosa yang anda lakukan itu tidak membatalkan witir yang telah anda kerjakan. Jika anda mengerjakan shalat witir atau nafilah atau tahajjud, kemudian setelah itu anda melakukan onani, maka onani itulah yang diharamkan –anda berdosa karena melakukannya-, sedangkan ibadah yang anda kerjakan tidaklah batal karenanya. Hal itu karena suatu ibadah jika ditunaikan dengan tata cara yang sesuai syari’at, maka tidak akan batal/gugur kecuali oleh syirik atau murtad –kita berlindung kepada Allah dari keduanya-. Adapun dosa-dosa selain keduanya, maka tidak membatalkan amal shalih yang terlah dikerjakan, namun pelakunya tetap berdosa. [Al-Muntaqa min Fatawa Fadhilah Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan IV 273-274]

Onani, kebiasaan yang tersembunyi

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Tanya :
“Apa hukum melakukan kebiasaan tersembunyi (onani) ?”

Jawab : “Melakukan kebiasaan tersembunyi (onani), yaitu mengeluarkan mani dengan tangan atau lainnya hukumnya adalah haram berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah serta penelitian yang benar.

Dalam Al-Qur’an dinyatakan :

(yang artinya) : “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, [6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. [7] Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [QS Al Mu'minuun: 5 - 7]

Siapa saja mengikuti dorongan syahwatnya bukan pada istrinya atau budaknya, maka ia telah “mencari yang di balik itu”, dan berarti ia melanggar batas berdasarkan ayat di atas.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud]

Pada hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang tidak mampu menikah agar berpuasa. Kalau sekiranya melakukan onani itu boleh, tentu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkannya. Oleh karena beliau tidak menganjurkannya, padahal mudah dilakukan, maka secara pasti dapat diketahui bahwa melakukan onani itu tidak boleh.

Penelitian yang benar pun telah membuktikan banyak bahaya yang timbul akibat kebiasaan tersembunyi itu, sebagaimana telah dijelaskan oleh para dokter. Ada bahayanya yang kembali kepada tubuh dan kepada system reproduksi, kepada fikiran dan juga kepada sikap. Bahkan dapat menghambat pernikahan yang sesungguhnya. Sebab apabila seseorang telah dapat memenuhi kebutuhan biologisnya dengan cara seperti itu, maka boleh jadi ia tidak menghiraukan pernikahan.

[As ilah muhimmah ajaba ‘alaiha Ibnu Utsaimin, hal. 9, disalin dari buku Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram]

Kebiasan jelek beronani/masturbasi
Tanya :
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : “Ada seseorang yang berkata ; Apabila seorang lelaki perjaka melakukan onani, apakah hal itu bisa disebut zina dan apa hukumnya ?”

Jawab :
Ini yang disebut oleh sebagian orang “kebiasaan tersembunyi” dan disebut pula “jildu ‘umairah” dan ‘‘istimna” (onani). Jumhur ulama mengharamkannya, dan inilah yang benar, sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan orang-orang Mu’min dan sifat-sifatnya.

(yang artinya) : “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, [6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. [7] Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. [QS Al Mu'minuun: 5 - 7]

Al-‘Adiy artinya orang yang zhalim yang melanggar aturan-aturan Allah.

Di dalam ayat di atas Allah memberitakan bahwa barangsiapa yang tidak bersetubuh dengan istrinya dan melakukan onani, maka berarti ia telah melampaui batas ; dan tidak syak lagi bahwa onani itu melanggar batasan Allah.

Maka dari itu, para ulama mengambil kesimpulan dari ayat di atas, bahwa kebiasaan tersembunyi (onani) itu haram hukumnya. Kebiasaan rahasia itu adalah mengeluarkan sperma dengan tangan di saat syahwat bergejolak. Perbuatan ini tidak boleh ia lakukan, karena mengandung banyak bahaya sebagaimana dijelaskan oleh para dokter kesehatan.

Bahkan ada sebagian ulama yang menulis kitab tentang masalah ini, di dalamnya dikumpulkan bahaya-bahaya kebiasan buruk tersebut. Kewajiban anda, wahai penanya, adalah mewaspadainya dan menjauhi kebiasaan buruk itu, karena sangat banyak mengandung bahaya yang sudah tidak diragukan lagi, dan juga betentangan dengan makna yang gamblang dari ayat Al-Qur’an dan menyalahi apa yang dihalalkan oleh Allah bagi hamba-hambaNya.

Maka ia wajib segera meninggalkan dan mewaspadainya. Dan bagi siapa saja yang dorongan syahwatnya terasa makin dahsyat dan merasa khawatir terhadap dirinya (perbuatan yang tercela) hendaknya segera menikah, dan jika belum mampu hendaknya berpuasa, sebagaimana arahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (artinya) : “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendakanya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya” [Muttafaq ‘Alaih]

Didalam hadits ini beliau tidak mengatakan : “Barangsiapa yang belum mampu, maka lakukanlah onani, atau hendaklah ia mengeluarkan spermanya”, akan tetapi beliau mengatakan : “Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya”

Pada hadits tadi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua hal, yaitu :
Pertama.
Segera menikah bagi yang mampu.
Kedua.
Meredam nafsu syahwat dengan melakukan puasa bagi orang yang belum mampu menikah, sebab puasa itu dapat melemahkan godaan dan bisikan syetan.

Maka hendaklah anda, wahai pemuda, beretika dengan etika agama dan bersungguh-sungguh di dalam berupaya memelihara kehormatan diri anda dengan nikah syar’i sekalipun harus dengan berhutang atau meminjam dana. Insya Allah, Dia akan memberimu kecukupan untuk melunasinya.

Menikah itu merupakan amal shalih dan orang yang menikah pasti mendapat pertolongan, sebagaimana Rasulullah tegaskan di dalam haditsnya. (yang artinya) : “Ada tiga orang yang pasti (berhak) mendapat pertolongan Allah Azza wa Jalla : Al-Mukatab (budak yang berupaya memerdekakan diri) yang hendak menunaikan tebusan darinya. Lelaki yang menikah karena ingin menjaga kesucian dan kehormatan dirinya, dan mujahid (pejuang) di jalan Allah” [Diriwayatkan oleh At-Turmudzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]

[Fatawa Syaikh Bin Baz, dimuat dalam Majalah Al-Buhuts, edisi 26 hal 129-130, disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram]

Berhubung banyak yang menanyakan tentang hukum beronani di bulan puasa atau saat berpuasa, maka berikut fatwa dari dua Ulama’ Ahlus Sunnah Wal Jama’ah masa ini berkaitan dengan masalah tersebut.

Hukum Beronani di Bulan Ramadhan

Oleh: Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullaah

Soal:

Apa hukumnya orang yang beronani di bulan Ramadhan, apakah ia dikenai sanksi sebagaimana sanksi yang dikenakan kepada orang yang melakukan jimak dengan istrinya (di siang hari di bulan Ramadhan)?

Asy-Syaikh Muqbil menjawab:

Ia berdosa, namun tidak ada kafarah (denda) atasnya. Ia berdosa karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang beliau riwayatkan dari Rabbnya:

“Ia meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya karena Aku.”

Ia tidak wajib mengqadhanya, karena qadha tidak ditunaikan kecuali dengan adanya dalil, sedangkan dalil-dalil yang ada berlaku bagi orang yang safar (bepergian) dan orang yang sakit, bila ia berbuka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Maka barangsiapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (Al-Baqarah: 184)

Demikian pula dengan wanita yang haidh, ia harus mengqadha puasanya berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Wanita yang menyusui dan wanita hamil mengqadha puasa bila mereka berbuka berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Al-Ka’bi, dan mengqadha puasa didasarkan pada ayat tersebut di muka. Wallaahu a’lam. (Ijaabatu as-Saail, soal no. 101)

(Dinukil dari إجابة السائل (Asy-Syaikh Muqbil Menjawab Masalah Wanita) karya Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, hal. 31-32; penerjemah: Abu ‘Abdillah Salim; editor: Abu Faruq Ayip Syafruddin; penerbit: Penerbit An-Najiyah, cet ke-1, Rajab 1428H/Agustus 2007M untuk http://almuslimah.co.nr)

Apakah Onani Membatalkan Puasa?

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullaah

Soal:

Jika seseorang yang sedang berpuasa melakukan masturbasi (onani), apakah perbuatan ini membatalkan puasanya? Apakah ia wajib untuk membayar kaffaarah?

Jawab:

Jika seseorang yang sedang berpuasa melakukan masturbasi hingga ejakulasi (mengeluarkan mani), maka puasanya batal dan ia wajib mengqadha puasa untuk hari ketika ia melakukan masturbasi.

Tidak ada kaffaarah atasnya, karena kaffaarah tidak diwajibkan kecuali untuk jimaa’, namun ia harus bertaubat atas apa yang telah ia lakukan.

(Fataawa Arkaanul Islaam, Darussalam, vol. 2, hal. 661)

(Diterjemahkan dari http://fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=702 untuk http://almuslimah.wordpress.com)

Dari fatwa di atas nampak ada perbedaan pendapat antara Syaikh Muqbil dan Syaikh Al Utsaimin -Rahimahullah ajma’in-, nampak bagi ana fatwa dari Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’ lebih kuat, yaitu tidak adanya qadha bagi orang yang beronani, namun dia berdosa. Hal ini karena untuk penetapan diperlukannya qadha memerlukan dalil khusus dan tidak ditemukan dalil mengenai kewajiban mengqadha puasa akibat beronani. Ini pendapat pribadi ana, Wallahu ‘alam

Sekedar tambahan informasi, Alhamdulillah sekarang telah terbit sebuah buku setebal 104 halaman yang membahas tentang onani yang diterbitkan oleh penerbit Al Husna. Buku tersebut berjudul “Bahas Tuntas Hukum Onani”  yang merupakan risalah  terjemahan dari risalah yang ditulis oleh Al Imam Asy Syaukani dan Asy Syaikh Muqbil berkenaan dengan hukum onani. Buku tersebut di terjemahkan oleh  Abu Hudzaifah Yahya, Abu Umar Urwah, Abu Luqman ‘Abdullah dengan muraja’ah oleh Al Ustadz  Abu ‘Abdirrahman ‘Abdul ‘Aziz -Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla memberi ganjaran yang setimpal atas amal mereka-


Responses

  1. ass.setelah saya membaca artikel di atas saya mau nanya,.,.dg sejujurnya semoga bs kalian bantu,”apakah onani yang di bolehkan tersebut berdasarkan hadist yang shahih?dan saya ini termasuk orang yang sering onani padahal saya jarang nonton video2 porno dan melihat gmbr2 porno hal itu saya lakukan sudah lama sejak duduk di bangku sma apakah yang saya lakukan itu salah,.,.,.

  2. Wa’alaykumsalam

    Afwan ana rasa anta salah baca, seharusnya Onani itu terlarang. karena dalam hadits dikatakan jika seseorang belum mampu menikah maka berpuasa lah bukan dikatakan maka ber-onanilah.
    Padahal Onani lebih ringan dari puasa dan termasuk bersenang-senang, maka bisa kita ketahui bahwa Onani itu tidak diperintahkan bahkan terlarang, dan Allah Azza Wa Jalla berfirman, “Dan Orang-Orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka (Al Mu’minun 5-6), maka sepantasnya kita menjaga kemaluan kita walaupun sulit.

    Untuk menghindari Onani mungkin ada baiknya kita mengikuti saran Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin, yaitu menghabiskan waktu kita untuk belajar agama, mengunjungi teman, menjauhi tontonan n gambar yg memancing syahwat serta berpuasa. Dan lebih baik lagi anta meniklah untuk menundukkan syahwat anta. Yang paling penting adalah berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla agar dijauhkan dari perbuatan tersebut.

    Wallahu ‘Alam

    Wassalamu’alaykum

  3. jika seorang prmpuan yang melakuka nonani dengan menggesekan kemaluan nya ke guling sampai merasa orgasme,dilakukan sudah hampir 7 tahun,apa bahaya nya,sya sdh seringmencoba menjauhinya tapi tidak bisa,saya ingin menikah untuk menjaga diri,dgn lelaki pilihan saya dan saya tau ia orang baik2,bahkan ustat,tetapi orang tua saya tidak setuju dengan nya,sekarang apakaha saya masih salah,/berdosa,trimakasih

  4. Assalamu’alaykum

    Wallahu ‘alam, Tanyakan kenapa orang tua anti melarang anti menikah dengan ikhwan tersebut, dan coba yakinkan orang tua anti bahwa ikhwan tersebut baik.

    Atau anti coba minta carikan suami oleh orag tua anti, mungkin mereka akan setuju untuk menikahkan anti. Sebelumnya coba beritahukan kepada mereka masalah yang anti hadapi ini mudah-mudahan mereka akan mengerti dan membantu anti mencari jalan keluar.

    Selain itu perbanyaklah berdoa dalam waktu-waktu yang mustajab, karena Allah Azza Wa Jalla tidak akan membebankan cobaan kecuali sesuai dengan kemampuan hambanya. Bersabarlah dan perbanyaklah puasa.

    Dan Jangan sampai perbedaan pendapat antara anti dan orang tua akan menyebabkan terputusnya tali dilahturahmi dan membuat anti menjadi durhaka…

    Wallahu ‘Alam

    Wassalamu’alaykum

  5. asslamualaikum.saya adalah seorang muslim,saya punya kebiasaan buruk dari kecil yaitu onani.sekarang saya sudah bekerja.karna dah terbiasa melakukunnya,saya sangat sulit meninggalkan kebiasaan buruk itu. tolong saya minta cara mengatasi hal ini

  6. Wa’alaykumsalam

    Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa salam telah memberikan solusi kepada para pemuda yg bermasalah dgn syahwatnya.
    1. Menikah
    2. Jika tidak sanggup maka berpuasa lah, karena puasa itu bisa melemahkan syahwat

    slain itu hendaknya kita menyibukkan diri dengan kegiatan2 yg minimal mubah. mungkin bisa dgn mengunjungi teman, membaca buku, berolah raga. usahakan agar diri kita ttp sibuk.

    kemudian perbanyaklah membaca dan belajar ttg Islam yg kaffah. Dan terakhir adalah selalu berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla

    Anta sudah Allah Azza Wa Jalla berikan pekerjaan, jadi apa lagi yg anta tunggu, menikahlah karena menikah itu adalah sepertiga agama yg dengannya akan melindungi diri kita dari berbagai fitnah.

    wallahu ‘alam

  7. ass. mohon dijelaskan bahaya onani secara jelas baik itu dari segi agama ataupun kesehatan biar lebih yakin kenapa untuk meningalkan onani

    • bismilahirrahmanirrahim…
      ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah..
      masalah masturbasi ini merupakan masalah yang kurang begitu dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur’an dan Hadists sehingga banyak ulama yang memberi fatwa dan berijtihad untuk menjawab hukum ini… tidak seperti hukum-hukum dan syari’at lainnya dalam agama… namun, bukan berarti hal ini tidak penting… Allah telah menyinggungnya begitu dalam dalam surah Al-mukminun seperti dijelaskan diatas… tentu saja hal ini bukan masalah bagi pemuda islam saja.. tapi seluruh pemuda di dunia baik itu muslim maupun kafir akan menghadapi fase ini disaat memasuki pubertas akibat pengeruh lingkungan…. saya menulis ini bukan berarti saya juga suci..^^ saya juga tidak bisa munafik… tapi mungkin kita bisa berbagi informasi dan saling memotivasi diri untuk menjauhi kebiasaan TERKUTUK ini…
      Okeh: dari informasi yang pernah saya dapatkan potensi buruk yang disebabkan oleh onani ini lebih JAHAT dari narkoba sekalipun.. kenapa ana mengatakan demikian?
      pertama dari penelitian terkini (http://illseed.com/2009/01/28/study-masterbation-causes-cancer/) menunjukan bahwa seorang pemuda yang sering melakukan masturbasi berpotensi besar terkena kangker prostat diusia tua (30-40), yang kedua seringnya frekuensi masturbasi berakibat buruk pada kualitas sperma bagi mereka yang ingin menikah, kemudian durasi dari ejakulasi semakin cepat (ejakulasi dini) hal ini cukup membuktikan bahwa onani itu membuat seorang menjadi CACAT!!!!!! baik fisik maupun psikologis, hal inilah kenapa onani itu lebih berbahaya dari narkotika…. ada rasa candu disana yang yang menstimulasi otak (hipotalamus) untuk sering melakukannya… perasaan malu, berdosa, kehilangan semangat untuk beribadah.. adalah dampak negatif bagi psikis pelaku onani tersendiri…. hal ini sangat berbahaya bagi generasi Islam yang mungkin dapat melakukan sesuatu yang lebih berharga bagi kehidupannya dan masyarakat sekitarnya daripada melakukan Onani…..
      oleh karenanya marilah berhenti secara TOTAL (BUKAN perlahan) dengan cara:
      1. tanamkan dalam otak anda dan tak perlu malu menulis di dinding kamar anda atau background komputer anda bahwa: “ONANI ITU HARAM!!!!!!”
      2. kedua sebisa mungkin hindari menyendiri…. sering-seringlah bergabung dengan teman, atau kerabat atau orang lain dalam artian tidak melakukan hal-hal yang negatif…. maka mustahil anda akan onani ditempat orang banyak (kecuali anda punya kelainan)
      3. BERSYUKUR, kata berimbuhan ini cekup spele namun sangat sulit di realisasikan…. anda bersyukur punya TANGAN…. banyak orang cacat disekitar kita yang tidak punya TANGAN untuk melakukan ‘itu’ dan banyak orang tidak punya mata untuk melihat yang haram dan menstimulasi ‘itu’
      -maksudnya stop nonton ‘yang tidak-tidak’, stop lihat ‘yang tidak-tidak’, ucapkan astagfirullah ketika melihat yang ‘tidak-tidak’… setiap tangan ingin melakukan akibat melihat yang tidak-tidak…. cepat keluar dari ‘kamar’ atau tempat persembunyian anda… pergi keluar kemana saja asal jangan sendiri!!!
      4. terakhir, disetiap usai shalat anda harus berdo’a: ya Allah jauhi aku dari SIFAT itu…. (ulang ratusan kali)
      5. sibukan diri, meskipun dengan menyibukan diri seperti; berolah raga, aktif diorganisasi, kerja, dan lain sebagainya terkadang suatu waktu juga akan menstimulasi otak kita untuk melakukan onani, karena disaat fikiran dan fisik kita lelah… hormon kita mendorong untuk relaksasi, semacam ingin refreshing untuk melakukannya lagi setelah selesai beraktivitas disaat TIDAK ADA KERJAAN… namun, kalo sudah tertanam kata itu diotak kita: “ONANI ITU HARAM” insya’allah setelah habis bekerja, kita tidak akan mendekati hal itu… karena Allah hanya berkata dalam kalamnya yang suci dalam Al-Qur’an: “janganlah kamu mendekati Zinah” mendekatinya saja sudah haram kan??..
      bekerja dan menyibukan diri disini adalah untuk mengisi kekosongan hidup yang sia-sia daripada ber-onani ria dan sia-sia……

      semoga bermanfaat…. saya sudah mulai melakukannya… dan…. ternyata saya juga kaget…. it works… surely it works man….

      Assalamu’alaikum….

      • Jazakallah khairan, Insya Allah bermanfaat

  8. ass.saya pengen tanya.,anda udah jelasin kalo onani tu haram,tp jg bilang kalo solat sblumx ttp sah.yg saya tanyakan-klo stelah beronani trus sholat dg hanya berwudlu gmn hukumnya?sedang saat onani pasti keluar mani.apa harus mandi besar dulu kalo mo sholat?kalo cuma wudlu sholatx sah pa gak ya?makasih bimbinganx.wslm

  9. bismillah, assalamualikum apakah keburukan onani mengikut fakta sains?

  10. asslalamualaikum, apakah keburukan onani menurut Islam?

  11. Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

    Wa’alaykumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh

    Untuk Mimi, tentu saja setelah beronani diwajibkan untuk mandi janabah (mandi besar) karena hukumnya sama seperti jima’ (hubungan suami istri) karena keluarnya mani.
    nah keluarnya mani inilah yang mewajibkan mandi janabah, walaupun ada perbedaan pendpat ttg apakah jika tidak keluar mani tetap harus mandi atau tidak. Namun yang jelas jika mengeluarkan mani maka wajib untuk mandi janabah, inilah pendapat yang saya pegangi.
    Sedangkan jika ingin tidur dan tidak sempat untuk mandi maka dianjurkan untuk ber-wudhu sebagaimana yang dianjurkan bagi suami istri setelah melakukan jima’.

    salah satu syarat sahnya sholat adalah suci dari hadas, oleh karena itu sholatnya menjadi tidak sah, dan menurut pendapat yang saya ikuti maka wajib bagi dirinya untuk meng-qadha sholat tersebut atau mengganti sholat yang tidak sah tersebut di waktu lain. Wallahu ‘alam

    Untuk Akram,

    jelas keburukan onani dalam Islam adalah karena onani itu adalah sarana pemuas nafsu belaka, padahal seorang Muslim diperintahkan untuk bisa mengendalikan hawa nafsunya.

    Para Salaf mengatakan,
    “Cukuplah dianggap buruk orang yang menuruti semua keinginannya”

    seseorang dianggap buruk karena dia selalu mengikuti hawa nafsunya, sehingga pada akhirnya hawa nafsunya tersebut akan menghancurkannya.

    Di samping itu di dalam Islam dikenal kaedah bahwa semua sarana yang mengantarkan kepada perbuatan haram maka dihukumi haram, maka Onani yang bisa mengantarkan kepada zina juga haram, termasuk wasilah2 yang mengantarkan perbuatan onani dan zina tersebut, seperti pacaran dll.

    Wallahu ‘alam

  12. Wa’alaykumusSalam

    untuk Agus dan Akram
    ada sebuah artikel dari dokteriwan.blogspot.com tentang dampak buruk onani dan cara melepaskan diri dari onani.

    Onani, apakah bisa menyebabkan kebutaan?

    Tidak bisa dipungkiri kalo banyak pria maupun wanita yang sering melakukan Onani maupun masturbasi. Onani atau masturbasi merupakan kegiatan perangsangan diri sendiri hingga mencapai kepuasan. Sebenarnya dari segi kedokteran tidak benar onani bisa menyebabkan kebutaan, kegilaan, kemandulan atau gangguan saraf. Tapi secara psikologis bisa menimbulkan perasaan berdosa, malu, dan tertekan.

    Bagi wanita meskipun masturbasi tergolong beresiko rendah, ada beberapa dampak dari masturbasi :

    1. Robeknya selaput dara dan terjadi infeksi apabila dilakukan dengan menggunakan alat.

    2. mengalami lecet apabila dilakukan secara terus menerus dana menggunakan alat bantu.

    3. Masturbasi merupakan tindakan mencapai kepuasan sendiri, sementara hubungan seks suami istri yang dicapai adalah kepuasan bersama, sehingga jika terbiasa melakukan aktivitas seksual untuk kepuasan pribadi akan sulit ketika melakukan aktifitas seksual untuk kepentingan bersama.

    4. Menimbulkan perasaan bersalah atau berdosa karena dilarang agama atau norma.

    5. Mengakibatkan pikiran lebih tertuju kepada aktifitas seksual, sehingga bisa jadi mengabaikan hal-hal penting lainnya yang harus dilakukan untuk mengembangkan kematangan psikologisnya (bergaul, belajar, beraktivitas positif dan produktif).

    Namun demikian, sebagai jalan keluar paling terakhir yang dapat dilakukan untuk menyalurkan dorongan seksual adalah onani atau masturbasi. Hal ini perlu dijelaskan kepada remaja, bahwa mereka harus berupaya sekuat tenaga, namun jika masih sulit, onani atau masturbasi dapat menjadi pilihan terakhir untuk menyalurkan dorongan seksual.

    Cara menghentikan kebiasaan Masturbasi :

    1. Memperkuat daya kemauan. Ini hanya mungkin jika memang kita secara jujur dan tulus hendak melepaskan diri kebiasaan ini.

    2. Berdoa dengan penuh penghayatan dan mendekatkan diri pada Tuhan. Sehingga dapat meningkatkan kekuatan keimanan yang membentengi dari perbuatan yang sia-sia.

    3. Pahami perilaku seksual (motif, sumber perilaku, faktor-faktor pencetus), sehingga kita bisa lebih menyadari rangsangan-rangsangan dari diri dan lingkungan yang dapat meningkatkan dorongan seksual dan melemahkan pengendalian diri, dan menggantikannya kepada bentuk perilaku lain yang lebih produktif. (misalnya : menghindari sendirian dikamar, menghindari gambar-gambar porno, berduaan dengan pacar, menggambar atau menulis dll).

    4. Mencari kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luang, mengembangkan diri serta menyalurkan energi psikis kepada hal-hal yang positif/produktif. Misalnya : olahraga, seni, dll.

    5. Jagalah makanan. jangan makan makanan yang pedas dan panas yang dapat merangsang dorongan seksual, misalnya daging kambing. (dr. iwan)

    Catatan : Artikel diatas pernah dipublikasikan oleh situs konsekstasi.com yang dikelola oleh Progdi Ilmu Komputer UNIKA Soegijapranata Semarang.

    Jika dipandang dari segi Agama tentu saja Onani ini buruk, walaupun mahzab Hanbali menghalalkan onani ini dalam keadaan darurat (jika ia tidak melakukannya maka ia akan berzina) namun mahzab hanbali juga mengharamkan Onani jika dilakukan hanya untuk bersenang-senang.

    Namun perlu diperhatikan bahwa tidak boleh mengumpulkan semua rukhsah (keringanan) yang diberi oleh para Ulama’, karena jika seluruh rukhsah itu dikumpulkan maka akan habislah Islam, maka ketika para salaf diperlihatkan sebuah buku yang menghimpun keringanan-keringanan ini maka langsung diperintahkan untuk dibakar.

    Wallahu ‘alam

  13. Assalamualaikum
    Seawal umur 5 tahun lagi, saya telah melakukan onani di mana saya pancutkan air ke kemaluan saya, tapi tidak keterlaluan dan tidak sampai masuk lubang dubur itu. Pada mulanya, sungguh saya langsung tidak tahu itu merupakan onani dan saya teruskan buat perkara tersebut. Tapi apabila saya berumur 6 tahun, saya dapati saya senang berasa ghairah apabila melihat adegan2 di televisyen dan sebagainya. Walaupun tidak selalu menonton adegan2 seperti itu, namun sekali pandang sahaja boleh menyebabkan saya berasa sgt ghairah. Sebagai kanak2 kecil, saya berasa lega kerana dengan melakukan onani saya dapat hilangkan perasaan tersebut. Perbuatan ini saya teruskan sehinggalah pada suatu masa, saya sedar bahawa kita umat Islam dilarang melihat atau menonton adegan2 lucah. Saya berhenti memancut air, namun saya mendapati bahawa sangat sukar untuk menghilangkan perasaan ghairah tersebut. Maka pada masa yang sama, saya terjumpa cara baru di mana hanya menggesekkan kemaluan juga boleh menghilangkan rasa ghairah itu. Betapa terkejutnya saya kerana pada umur berbelas tahun, saya sedar bahawa apa yang saya lakukan selama ini ialah onani dan mencapai klimaks. Saya berasa takut dan meninggalkannya buat sementara waktu. Tetapi, selepas beberapa lama, penyakit ini datang balik. Saya terus melakukan onani, banyak kali tak terkira dan setelah 13 tahun melakukannya, saya dapati sangat sangat sukar untuk meninggalkan perbuatan terkutuk ini. Adakalanya, saya rasa bersalah sampai membenci diri sendiri, kerana melakukan perbuatan terkutuk ini. Banyak kali saya cuba berhenti. Saya bangun solat malam. Saya doa sampai menangis-nangis. Banyak kali. Namun, saya masih gagal. Saya masih tak dapat mengawal diri.Dan rasa bersalah ini memakan diri. Dan saya takut. Saya takut dgn azab kubur, azab api neraka, azab dari Allah. Bantulah saya ustad. Ajarlah saya macam mana nak mengawal hawa nafsu ini.Bagaimana caranya untuk berhenti? Adakah taubat saya masih diterima? berfikir tentang ini menyebabkan saya hilang semangat untuk hidup, kerana dah buat terlalu banyak dosa terhadap Allah.

  14. Wa’alaykumsalam

    Onani memang dimungkinkan dilakukan oleh anak kecil bahkan oleh bayi, namun bentuk onani ini berbeda dengan onaninya orang dewasa. Pada anak kecil dan bayi onani hanya sekedar mengelus kemaluan atau memberikan rangsangan lain pada kemaluan, nah seharusnya tindakan ini harus segera dicegah oleh orang tua si anak.

    Dalam kondisi ini pola hubungan antara orang tua dan anak yang baik haruslah terbentuk sehingga tindakan berupa onani ini bisa dicegah sedari dini, karena perilaku anak pada masa itu sedang terbentuk.

    Cara yang baik untuk meninggalkan onani dan juga zina telah diberitahukan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam dalam sebuah haditsnya,

    “Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kemampuan hendaklah segera menikah, karena nikah itu lebih menundukkan mata dan lebih menjaga kehormatan diri. Dan barangsiapa yang belum mampu hendaknya berpuasa, karena puasa itu dapat membentenginya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas’ud]

    sabda ini juga ditujukan kepada para pemudi, maka hendaklah anti perbanyak berpuasa. Atau menikah karena itulah jalan keluar yang terbaik.

    Selain itu hendaklah anti menundukkan pandangan, dalam salah satu hadits disebutkan,
    “Pandangan adalah anak panah iblis”
    jadi barangsiapa yang mengikuti seluruh padangannya atau membiarkan pandangannya secara “liar” maka ia akan binasa.

    Tundukanlah pandangan, karena hati akan sakit jika pandangan kita rusak (dibiarkan memandang yang haram)

    Jika hati rusak maka rusaklah seluruh raga, sbagaimana disebutkan dalam satu hadits,

    “Satu bagian tubuh yang jika baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika rusak, rusaklah seluruh tubuh” para sahabat bertanya, “bagian apa itu ya Rasulullah?”, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda “Hati”

    maka perhatikanlah urusan hati ini dan jagalah hati ini agar tetap hidup. Pernyataan anti yang mengatakan bahwa anti sering menangis karena takut adzab merupakan indikasi bahwa hati anti masih hidup namun dalam kondisi sakit, maka obatilah hati anti sebelum hati tersebut mati, seperti dinyatakan dalam satu hadits, bahwa hati itu awalnya putih bersih, dan ketika seseorang melakukan maksiat maka muncul titik hitam di hati tersebut dan seterusnya hingga seluruh hatinya berwarna hitam, namun jika ia beristighfar dan bertobat maka dihapuslah satu titik hitam tersebut hingga seterusnya hati menjadi kembali sehat.

    Hendaklah anti banyak beristighfar dan bertobat. Apakah tobat anti diterima, dari pernyataan anti bisa ditangkap bahwa anti masih mengulang tindakan ini maka kemungkinan tobatnya tidak diterima, karena seperti yang dituliskan oleh Imam An Nawawi-Rahimahullah- di dalam Riyadush Shalihin, bahwa syarat-syarat tobat itu ada 3 jika berkenaan dengan hak Allah Azza Wa Jalla, salah satunya adalah tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.

    Namun hendaklah hal ini tidak membuat anti berputus asa, karena sebagimana disebutkan dalam hadits lainnya, “Balasan itu sesuai dengan amalan” maka usaha anti yang keras tersebut pasti akan mendapat ganjaran.

    maka hendaklah anti banyak berkumpul dengan orang-orang sholih, mendengarkan perkataan mereka, mengikuti majlis mereka, menyibukkan diri dengan membaca Al Qur’an, puasa, Sholat sunnah dan perkara lain yang mubah, seperti mengunjungi teman, berolah raga, membaca buku, bercengkrama dengan keluarga atau kegiatan lainnya yang membuat anti sibuk.

    Di sebutkan oleh para Ulama tentang hikmah sunat bagi wanita adalah untuk mengurangi birahi mereka, karena wanita yang tidak di sunat maka birahinya akan meledak-ledak dan susah untuk dikendalikan sedangkan wanita yang di sunat dan bagian yg di sunat terlalu banyak maka ia akan kehilangan birahinya. Mungkin anti bisa tanyakan apakah anti dulu di sunat atau tidak.

    Cara lainnya adalah dengan mengenal Rabb anti lebih baik, mengetahui Nama-Nama-Nya yang sempurna dan Sifat-Sifat-Nya yang mulia. Dengan mengenali Allah Azza Wa Jalla anti akan merasa enggan untuk melakukan maksiat, seperti dikatakan oleh para Salaf
    “Jangan kalian lihat seberapa besar maksiat yang dilakukan tetapi lihatlah kepada siapa kalian bermaksiat”

    Dengan mengetahui bahwa Allah Azza Wa Jalla adalah Al Bashir (Maha Pengelihat) yang memiliki sifat Bashar (Pengelihatan) yang sempurna dan berbeda dari makhluk-Nya maka kita akan merasa selalu diawasi oleh Allah Azza Wa Jalla.

    Serta janganlah hal ini membuat anti berputus asa, karena Ibadah itu harus dilakukan dengan keadaan hati diantara dua kondisi, yaitu antara Raja’ (Berharap) dan Khauf (takut). Kita berharap ibadah kita diterima dan kita juga takut jika ibadah kita tidak diterima. Maka dua keadaannya ini janganlah hilang dari hati kita, karena hilangnya khauf akan membuat kita terus berharap yang mungkin akan menjerumuskan kita pada maksiat dan sikap bermudah-mudahan dengan meksiat, sedangkan hilangnya raja’ akan menyebabkan kita berputus asa dari Rahmat Alla Azza Wa Jalla.

    Perbanyaklah mempelajari kitab-kitab ttg Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah Azza Wa Jalla, seperti kitab At Tadmuriah dan Aqidah Al Wasithiyah karya Ibnu Taimiyah, Aqidah Salaf Ashabil Hadits karya Abu Utsman Ash Shabuni, Al Qawa’id Al Mustla fi Shifatillah wa Asma’ihim karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syarah Asma’ul Husna karya Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahthani dan kitab-kitab lainnya.

    Serta kitab-kitab tentang akhlaq, adab, hati, Iman, pandangan dll

    Wallahu ‘alam

  15. InsyaAllah, akan saya ingat nasihat ustaz ini sampai bila-bila.
    Doakanlah saya bebas daripada penyakit ini dan mampu berjaya menjadi hamba Allah yang taat. InsyaAllah.
    Terima kasih ustaz kerana memberikan tunjuk ajar.
    Assalamualaikum.

  16. Wa’alaykumsalam

    Subhanallah, ana bukan seorang Ustadz, ana masih jauh dari derajat yang mulia tersebut. Ana hanyalah seorang Muslim yang sedang menuntut Ilmu agama.

    Insya Allah, disebutkan dalam satu hadits,
    “Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri”

    Wallahu ‘alam

    Wassalam

  17. Apakah melakukan onani dgn menggunakan tangan istri dibolehkan? krn istri lagi haids

  18. sbg lelaki,
    aku menginginkan wanita,

    sbg muslim,
    aku menginginkan terkabulnya doa,

    sbg calon suami,
    aku menginginkan istri yg cantik,

    sbg calon ayah,
    aku menginginkan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah,

    sbg anak,
    aku ingin berbakti kepada orang tua,

    sbg anak adam,
    aku ingin berbakti kepada Pencipta fithrah yang suci,

    sbg pelajar,
    aku bodoh, sering lupa, dan ingin mendapatkan lebih banyak petunjukNya,

    smg Allah meridhoi amalku..

  19. sbg manusia lemah,
    aku ingin menjadi kuat,

    sbg teman,
    aku ingin berkontribusi pada masyarakat,

    sbg pemilik akal,
    aku ingin karunia pikir yang jernih,

    sbg pendosa,
    aku ingin taubatku diterimaNya,

    sbg anak muda,
    aku ingin memanfaatkan waktu tidak pada hal yang sia-sia,

    sbg mantan penikmat maksiat,
    aku ikrarkan perang pada ‘fitnah terbesar setelah kepergian Rasulullah’,

    sbg perindu,
    aku ingin surga, serta kedamaian bertemu Dia,

    smg Dia ridha

  20. sbg penghuni kegelapan dunia,
    aku ingin cahayaNya menerangi,

    sbg pejalan,
    aku ingin terus di jalur yg lurus,

    sbg pendusta,
    aku ingin jujur mengakui segalanya,

    sbg pemilik lisan,
    aku ingin katakan keluh-kesahku, masalah2ku, ceritakan kenangan dan semua rahasiaku padaNya,

    sbg pencari kebenaran,
    aku ingin iman, dan cahayaNya,

    smg Allah ridha..

  21. sbg pembuat kesalahan2,
    aku ingin dibenarkan dan diberitahu kebenaran,

    sbg orang yang sering ragu-ragu,
    aku ingin bebas dengan pertanyaan dan jawaban2,

    sbg penanya,
    aku sering kecewa tak dijawab, namun selalu ada jawaban dariNya,

    sbg pengikut jejak Rasul,
    aku sering dilanda cobaan nikmat dan mushibah,

    smg Allah ridha memberiku jalan kebaikan,

  22. assalamu ‘alaikum…
    sy ingin tanya, kan masturbasi itu haram, lebih baik menikah gitu kan, agar bisa menjaga kemaluan…
    tapi saya pernah ditanya oleh seseorang, gimana klo yang udah nikah tetap masturbasi, alasannya karena suami beliau sering ke luar kota/ kadang tidak bisa memuaskan istri…
    apa hukumnya juga haram???
    afwan klo kata2 sy terlalu vulgar…
    jazakallah…

  23. ass….
    saya maw tanya.
    onani atau mastrubasi itu apa tohh?
    saya dengar2 tapi belum jelas…trus orgasme itu apa?
    makasih…
    was….

  24. Pak Abuusamah,saya punya masalah yg hampir sama dgn sdr Teddi,suami saya kadang minta saya mengeluarkan spermanya pd saat saya sedang haid.Suami saya pun kadang melakukan onani ketika kami tidak sempat berhubungan badan,bagaimana hukumnya? mohon bantuannya.

  25. Subhanallah..

  26. Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

    Untuk P’ Tedi dan Ibu Vivi yang ana ketahui dan yang ana pegangi adalah tidak mengapa bagi suami untuk menyetubuhi sang Istri dari mana saja, kecuali dari yang diharamkan, seperti dubur, hal ini karena adanya Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam,
    “Sungguh telah kafir kepada risalah yang di bawa oleh Muhammad orang yang mendatangi istrinya melalui duburnya”

    dan yg dimaksud dengan kafir di sini adalah kafir Ashgar yang tidak menyebabkan pelakunya murtad namun merupakan dosa besar dan wajib untuk bertobat serta tidak mengulanginya lagi.

    Adapun pada bagian tubuh yang lain maka diperbolehkan selagi istri sedang haid maupun tidak, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam melaknat suami yg mendatangi istrinya saat sedang haid pada kemaluannya.

    Namun bersenang-senang dengan istri di bagian tubuh lainnya tidaklah mengapa, karena dinukilkan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya beliau bersenang-senang dengan istri-istrinya saat istri-istrinya sedang menstruasi tanpa menyetubuhinya.

    Selain itu juga berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam yang bermakna sesungguhnya istri kalian adalah ladang bagi kalian maka garaplah ladang itu sesuka kalian.

    namun perlu diperhatikan adalah haram untuk menyetubuhi istri dari dubur karena adanya larangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, serta akan menimbulkan penyakit kepada istri.

    Serta Makruh untuk menyetubuhi istri melalui mulutnya, hal ini karena mulut digunakan untuk berdzikir dan membaca Al Qur’an. Sebagian Ulama seperti Syaikh Ahmad An Najmi -Hafidzahullah- mengharamkannya dengan alasannya yang sama, maka sebaiknya hal ini dijauhkan

    Adapun selain itu selama tidak di kemaluan maka halal, dan jika ad yg mengharamkannya maka hendaklah ia mendatangkan dalil karena dalam masalah muamalah hukum asalnya adalah boleh (mubah) kecuali ada dalil yang mengubah hukum asalnya tersebut.

    Wallahu ‘alam

  27. Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

    Untuk sdr en en nampaknya dalam perkara ini sang suami berdosa karena dia tidak memberikan nafkah batin kepada istrinya, perlu diingat bahwa suami berkewajiban untuk menafkahi sang istri secara materi berupa uang, perhiasan, tempat tinggal, pakaian dan sebagainya juga nafkah batin berupa perlakuan yang baik, tingkah laku yang lembut, dan juga yang berhubungan dengan syahwat.

    Dalam perkara ini hendaklah sang istri bersabar dari kepergian suaminya. karena Allah ‘Azza Wa Jalla perintahkan kepada kaum lelaki dan wanita untuk menundukan pandangan serta menjaga kemaluan mereka kecuali kepada istri-istri atau suami mereka serta para budak.

    Namun jika ternyata sang istri tidak bisa menahan nafsunya karena ditinggal dalam jangka waktu yang sangat lama seperti bertahun-tahun maka si Istri bisa meminta khulu’, yaitu dengan menyerahkan sejumlah uang kepada suami agar suaminya mau mentalaknya. Namun perlu diperhatikan, walaupun masalah khulu’ ini diperbolehkan namun Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam mengecam wanita yang meminta cerai kepada suaminya terutama yang tidak mempunyai alasan syar’i.

    Maka hendaklah si Istri terus bersabar sambil mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, sehingga ia bisa menjaga kehormatan dan kemulian dirinya serta dapat mendapatkan pahala sabar yang berlipat-lipat dari Allah Azza Wa Jalla

    Wallahu ‘alam

  28. akhirnya saya menemukan ajwabannya ternyata onani/mastrubasi itu diharamkan oleh agama islam…..
    saya muslim yang sedang belajar dan mencari tahu tentang banyak hal termasuk hal ini…

    ustdz, suatu hari saya membaca pengalaman pribadi seseorang yang diperkosa oleh temannya, tiba-tiba saya onani/mastrubasi tanpa disengaja, apakah itu juga termasuk haram…?terimakasih sebelumnya

  29. saya sering melakukan onani sejak SMP hingga saat ini walaupin jarang – jarang sih…. cuma saya mau tanya kenapa jika melihat cewe seky saya terangsang dan liat pria gantengpun sering berandai jika saya seperti dia mungkin lebih baik… apa itu salahdan berdosa

  30. terima lasih ustadz telah memberikan pelajaran dan pencerahan kepada saya. D’akan semoga saya bisa melaksanakan apa yang di halalkan dan meninggalkan apa yang di larang oleh Alloh swt.
    Matursuwun

  31. bagaimana sebelum keluar mani, ada cairan yang keluar dan kelihatan bening apa disebut telah melakukan onani juga/zina?????????????

  32. assalamu’alaikum

    subhanallah

    saya membacanya dari atas sampai bawah bacaan yang bermanfaat hingga di bacaan sesi tanya jawabnya,
    alhamdulillah ada yang menanyakan, menerangkan, dan menjelaskan tentang perkara ini.

    jazakallahu khairan

  33. Asalam’alaika ya Ukhti…

    Ana juga menyokong apa yang dikatakan oleh Ukhti itu..

    Tapi ana berasa kehairanan, mengapa masih ada juga sebilangan pendapat yang mennyatakan Onani itu Makruf…

    Ini dapat di sokong apabila keghairahan seksual mencapai ketahap yang tidak dapat di kawal walaupun dgn Puasa-puasa sunat…

    Kita sekarang adalah Umat yang terdedah dengan pelbagai fitnah dimerata-rata..

    Semakin hari, semakin zaman berteknologi, semakin ramai fitnah berleluasa..

    Ini hanyasanya menaikkan keinginan nafsu yang berbuak-buak..

    Berkaitan dengan ibadah puasa,

    Ini adalah kerna, jika puasa adalah ibadah waktu petangnya, dan bagaimana pula waktu malamnya…

    Ada juga pendapat yang menyatakan, jika Onani dapat mengahalang dari perlakuan zina, maka ia dibolehkan dengan berhukumkan makruh

    Terutama dari Mazhab Maliki..

    Minta disimpulkanya…

    Dan apakah nas atau Al-Hadith yang menyatakan azab dari Onani?

    Jazakallah…

  34. saya sering kali melakukan onani,bila terasa ghrairah mesti melakukan onani,bagaimane cara untuk berhenti melakukannya.

  35. Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

    Wa’alaykumsalam Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    Afwan, tolong jangan panggil ana Ustadz, ana masih jauh dari drajat seorang Thulabul Ilmi apalagi Ahlul Ilmi. tolong panggil ana Abu Usamah saja,

    Untuk Rena, Insya Allah sepengetahuan ana hal tersebut juga berdosa, maka hendaklah tiap-tiap Muslim selalu waspada dari tipu daya Syaithan, yang oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sebutkan dalam salah satu haditsnya bahwa syaithan itu mengalir dalam darah setiap anak Adam ‘Alaihis Salam

    Untuk Jamal, dalam salah satu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam melarang kaum lelaki melihat aurat lelaki lain atau berselimut dalam keadaan keduanya tidak berpakaian, hal ini juga berlaku bagi kaum wanita, karena ditakutkan akan terjadi dosa yang diperbuat oleh kaum Lut ‘Alaihis Salam. Dan di dalam Syarh Shahih Muslim disebutkan tentang kesepakatan Ulama tentang makruhnya memandang wajah anak lelaki atau pemuda yang belum tumbuh janggut di wajahnya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan dosa yang sangat besar berupa liwath (homoseksual)

    Dan hendaknya setiap Insan mensyukuri apa yang ada pada dirinya, karena dengan syukur itulah seorang insan akan merasa kaya, sedangkan tanpa syukur seorang insan akan selalu merasa fakir. Dan ingatlah bahwa Allah Azza Wa Jalla tidak melihat kepada bentuk wajah kalian seperti di sebutkan di dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah -Radhiyallahu’anhu- bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda ” Sesungguhnya Allah tidaklah melihat kepada jasad-jasad kalian atau kepada bentuk-bentuk kalian tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amal-amal kalian)” HR Muslim.

    Untuk Harry, Semoga Allah Azza Wa Jalla selalu menjauhkan kita dari gelapnya maksiat dan memberikan kepada kita cahaya Ilmu-Nya

    Untuk bw, cairan tersebut bisa disebut Madhi yaitu cairan kental berwarna bening yang keluar ketika nafsu meningkat atau karena cuaca panas atau dingin yang sangat. cairan ini merupakan najis dan harus dibersihkan dengan cara mencucinya. Jika seseorang menghayalkan sesuatu sehingga keluar wadhi maka tidak di wajibkan baginya untuk mandi janabah, namun ia harus mencuci kemaluannya dan berwudhu.

    Namun jika seseorang bersetubuh dan telah memasukkan kemaluannya diantara empat cabang tubuh wanita maka dia telah teranggap bersetubuh dan terkena hukum-hukum orang yang bersetubuh, karena dalam satu hadits dikatakan bahwa janabah itu disebabkan oleh bertemunya dua khitan (yaitu kemaluan lelaki dan wanita) walau tidak sampai mengeluarkan mani. Insya Allah ini pendapat yang paling kuat.

    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa mata itu berzina, tangan itu berzina, mulut itu berzina, dan kemaluan akan membenarkan zina tersebut. Maka hendaklah setiap Muslim untuk senantiasa takut kepada dosa yang menghancurkan dan menghilangkan kehormatan seorang Muslim ini. Hendaklah seorang Muslim menutup segala pintu yang akan membawa kepada kehancuran ini.

    Untuk Donny Ismail, wa Iyakum

    Untuk Sufi, ana ikhwan bukan akhwat.

    Memang benar ada sebagian Ulama yang berpendapat bahwa jika onani dapat menghindarkan dari zina maka hal ini tidak mengapa, satahu ana ini dari mahzab Hanbali. Namun sangat disayangkan adalah orang-orang menjadi bermudah-mudahan dalam masalah ini sehingga mereka berdalil dengan pendapat ini tentang bolehnya onani jika mencegah dari zina. Padahal keadaannya tidaklah demikian, namun jika seseorang dihadapkan pada seorang wanita atau lelaki yang mereka hanya berdua dan dia sudah tidak dapat mengendalikan syahwatnya maka dalam keadaan ini tidak mengapa, karena dapat menghindarkan dari zina. Namun syaithan ternyata menghias-hiasi perbuatan hina ini sehingga sebagian kaum Muslimin tertipu dan mengatakan hal ini boleh karena dapat menghindarkan dari zina. Sufyan Ats Tsaury Rahimahullah pernah mengatakan, bahwa bid’ah itu lebih disukai syaithan dari pada maksiat. Hal ini karena orang yang melakukan bid’ah merasa dirinya berada di atas kebenaran. Dan seperti itu pula konteks hal ini, ini merupakan bid’ah, mereka menempatkan satu hal yang tidak pada tempatnya dan mengatasnamakan hal tersebut dengan Islam. Kita memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar selalu melindungi kita dari tipu daya syaithan.

  36. Untuk Sufi

    Jika pada siang hari kita dianjurkan untuk berpuasa, maka hidupkanlah malam hari dengan qiyamullail.

    Sebagaimana di sunnahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, hendaknya kita langsung tidur setelah sholat Isya, kemudian bangun pada sepertiga malam yang terakhir untuk qiyamulail.

    Telah shahih dinukilkan dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya Allah ‘Azza Wa Jalla turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir dan berfirman “barangsiapa yang meminta ampun niscaya akan Aku ampuni, barangsiapa yang berdoa niscaya akan Aku kabulkan” dan hal ini terjadi di tiap malam, maka hidupkanlah malam-malam kita dengan qiyamulail.

    Oleh karena banyaknya fitnah inilah maka hampir semua Ulama’ Ahlus Sunnah yang menharamkan tv untuk saat ini karena kebanyakan isinya adalah musik-musik yang haram, gambar-gambar yang membangkitkan syahwat dan berbagai macam syubhat. Al Ustadz Muchtar dalam ta’lim di Masjid Al Hasanah, Yogya Sabtu lalu menyinggung tentang hal ini dan menasehatkan segenap kaum Muslimin untuk meninggalkan perkara ini dan tidak menganggap remeh masalah ini.

    Untuk Rul

    seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam maka hendaknya seseorang yang belum sanggup menikah untuk berpuasa, lebih baik jika anti menikah.

    habiskanlah waktu dengan kegiatan yang bermanfaat seperti berolah raga, membaca buku, menziarahi teman, menghadiri majelis ta’lim, membaca Al Qur’an. serta menjauhkan diri dari perkara-perkara yang membangkitkan syahwat.

    Dan tentu saja terus berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla agar dijauhkan dari perbuatan tersebut.

    Wallahu ‘alam

  37. assalamualiakum wr.wb.
    subahanallah,semoga Allah menjauhkan kita semua dari perbuatan terkutuk itu. ana hanya berkomentar sedkit tentant masalah ini,ana pernah menemukan sebuah hadist yg insya allah artinya seperti ini
    “tujuh golongan manusia yg tidak dilihat oleh Allah dihari kiamat kelak salah satunya adalah orang melakukan onani(mempermainkan kemaluannya hingga mengeluarkan sperma.

  38. dan ada satu lagi tapi ini termasuk hadist pa bukan,tp insya allah ini termasuk dlam hadist
    “orang yg melakukan onani, kelak dihari kiamat akan didatangi tangan2nya dengan hamil tua.

  39. Asslmwrwb………
    terima kasih banyak atas penjelasan tentang hukum onani ini secara panjang lebaar.
    tapi ada yang ingin saya tanyakan:
    dulu saya kadang melakukan onani, tapi setelah saya berteman (bukan pacaran) dengan seseorang gadis, saya tidak pernah lagi melakukannya, bahkan jauh dari hal tersebut.(saya berteman dengan gadis itu lewat telepon dan sms saja belum pernah bertemu sekalipun)
    karena gadis tersebut saya ingin selalu menjadi lebih baik. ingin lebih dekat dengan ALLAH SWT
    tapi sekarang pertemanan kami terhenti.
    yang ingin saya tanyakan apakah boleh menjadikan seorang gadis sebagai alasan untuk menghindari perbuatan-perbuatan buruk?
    karena saya masih kesulitan untuk beralasan yang lebih baik (seperti karena ALLAH semata)
    terimakasih banyak atas jawabannya….

  40. Wa’alaykumsalam Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    Wallahu ‘alam, ana belum pernah dengar hadits tersebut.

    Untuk Budi
    Ada baiknya anta menikahi wanita tersebut. Hal tersebut pasti akan lebih baik, dari pada harus berikhtilat (Bercampur baur dgn wanita) atau bahkan berkhalwat (berdua-duan dengan wanita) dengan wanita yang bukan mahram. Jangan sampai anta menghindari satu dosa dan terjerumus ke dosa yang lainnya. Keduanya pada akhirnya akan mengantarkan pada zina.

    untuk telpon atau sms dengan wanita yang bukan mahram, ana pernah membaca satu fatwa dari Asy Syaikh Al Utsaimin bahwa jika telpon itu karena adanya satu kebutuhan dan tanpa merendahkan suara atau berlama-lama dalam telepon maka tidak mengapa, namun perlu diperhatikan bahwa anta harus tetap waspada dan tidak bermudah-mudahan dalam masalah telepon, untuk sms setau ana hendaknya anta tidak bermudah2an dan merasa aman karena hal ini tidaklah aman dari fitnah juga.

    Ana nasihatkan anta untuk menikah, dan sibukkan diri anta dengan majelis Ilmu atau dengan menziarohi teman2 yang baik agamanya.

    Wallahu ‘alam

  41. Ass. dri kecil sya sring skli onani,
    saya mau tnya:
    1. onani dgn zinah dosanya besar mna?
    2. apakh bs diampuni dosanya?

  42. saya nak tanya mcm mana nak jauhkan diri daripada onani yg bahaya tu dan juga bolehke istri memegang kemaluan sisuami dan beronani walhal istri haid .

  43. Wa’alaykumsalam

    1. Dosa antara Zina dan Onani tentu saja berbeda. Zina tentu lebih besar namun yang perlu diperhatikan adalah seperti yang dikatakan oleh para Salaf “Jangan lihat sebarapa besar dosa itu tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat”

    2. Sebagaimana firman Allah Azza Wa Jalla dalam Al Qur’an, semua dosa selama bukan syirik maka itu berada di bawah kehendak Allah Azza Wa Jalla. Allah Azza Wa Jalla tidak akan mengampuni dosa syirik. Namun hendaknya hal ini jangan menjadikan diri kita bermudah-mudahan dalam bermaksiat kepada Allah Azza Wa Jalla. Dan hendaknya perbanyaklah beramal sholeh karena setiap amal sholeh akan menghapuskan satu kesalahan yang kita buat.

    Menjauhkan dari Onani bisa dilakukan dengan sangat banyak cara, seperti berolah raga, berziarah ke teman atau seperti yang di sarankan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam yaitu puasa.

    Seorang Istri boleh memegang kemaluan suami demikian sebaliknya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda ” istri adalah ladang bagi suami ” dan dinukilkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersenang-senang dengan para Istrinya tanpa menyetubuhi mereka saat mereka sedang haidh.

    Wallahu ‘alam

  44. terima kasih ya abu samah
    ilmu yang anta berikan amat bermakna sekali
    moga2 ana tidak akan melakukan perkara yang sia2 itu lagi
    doakan agar ana sentiasa terhindar ya
    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn.

  45. Qabla kulli Syai’, syukran katsiran ilaik ya AbuUsamah..

    Saya mau bertanya kepada Anda, Apakah Anda pernah beronani?

    sekian terima Kasih

  46. tp khan wkatu puasa tp da bnyk pekerjaan trus pusing tp klw makn tiba2 da nafsux naik tiba2 mw onani.gmn dong?

  47. ustaz, apakah hukum menonton video lucah ketika berpuasa ganti? (tidk sehingga melakukan onani atau masturbasi atau mengeluarkan mani) adakah puasa itu batal?

  48. ustaz,apa hukum menonton video lucah semasa berpuasa ganti(tidak sehingga masturbasi atau onani atau klimaks atau sebagainya). Adakah puasa itu batal?

  49. Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Saya mu tanya satu hal,
    1. Apakah boleh suami mengulum klitoris istri atau sebaliknya.
    2. Bagaimana dengan Istri yang mengonanikan suaminya saat istri sedang haidh, dengan alasan daripada suami mencari giliran (mencari istri lain), terima kasih ustaz

  50. Mengenai hukum Onani, bisa dibaca di :

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/06/hukum-onani-mastubasi-istimnaa.html

    Semoga bermanfaat.

    Abul-Jauzaa’

  51. Assalammualaikumm, Wr.Wb
    sebelumnya saya mengucapkan kepada Bpk Abu usamah. begini bpk. sayalajang 23 tahun. saat ini saya mempunyai seoarang pacar, namun suatu hari saya dan dia berada berdua dalam satu kamar. dan akhirnya kami berdua melakukan perbuatan yang “dilarang” yaitu saling menggesekan kemaluan sampai keluar mani. yang ingin saya tanya yaitu : apakah pebuatan saya tergolong zina atau hanya onani atau masturbasi dan saya sangat menyesalinya. saya bingung harus bagaimana karena saya belum mengerti tentang ini. Saya MUALLAF. mohon bantuannya bapak Abu Usamah. terima kasih sekali. Wassalammualaikum

  52. Wa’alaikumsalam Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    Untuk ana takut, amin semoga Allah Azza Wa Jalla selalu melindungi kita.

    Untuk Endang, ya ana pernah beronani, dan semoga Allah Azza Wa Jalla mengampuni dosa-dosa ana yang keji itu.

    Untuk Khayun, sabar adalah senjata orang-orang yang beriman. Jihad melawan nafsu diri sendiri oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam katakan sebagai Jihad terbesar maka hendaklah anta bermujahadah atau bersungguh-sungguh dalam menghindarkan diri dari hal tersebut, apalagi saat berpuasa. Setiap amalan akan Allah Azza Wa Jalla balas sesuai dengan kadar amalannya.

    Untuk Mega, sekali lagi ana bukan Ustadz ana hanya seorang Muslim yang sedang berusaha menuntut ilmu Agama. Menonton vcd porno jika tidak sampai beronani maka tidak membatalkan puasa namun merusak puasa tersebut sehingga anti tidaklah mendapatkan apa2 kecuali lapar dan dahaga. Hendaknya hal ini dijauhi karena puasa tidaklah hanya menahan makan dan minum tetapi lebih dari itu adalah menahan nafsu kita. Apalagi hal tersebut dilakukan saat melakukan puasa pengganti yang wajib hukumnya.

    Untuk Hairi

    masalah yang pertama ana tidak dapatkan dalil yang melarang hal itu, namun sebagian Ulama seperti Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi (Ulama Besar di Jazan Saudi Arabia) melarang hal ini karena tidak sepantasnya mulut yang digunakan untuk menyebut Asma Allah Yang Sempurna dan untuk berdzikir digunakan untuk hal yang kotor seperti itu. Ini yang ana pegangi namun ana belum menemukan dalil tentang hal ini.

    Untuk Abul Jauza, Jazakallah Khairan atas tambahan ilmunya. Semoga Allah Azza Wa Jalla jadikan ilmu yang anta berikan menjadi balasan yang baik bagi anta kelak.

    Untuk Teddy

    Ana sampaikan kabar gembira kepada anta karena anta telah menerima cahaya hidayah yang luar biasa ini. Semoga Allah Azza Wa Jalla tetapkan hati anta di atas Islam dan Sunnah. Perbuatan anta perlu diperinci, apakah masih ad penghalang saat terjadi hal itu, seperti kain atau celana dalam? jika ya maka setahu ana hal itu tidak termasik jima’ (bukan zina) karena dari beberapa literatur yg ana baca definisi jima’ adalah jika seorang laki2 memasukkan kemaluannya ke kemaluan wanita, namun ada juga Ulama yang menggolongkan hal ini ke dalam zina. Wallahu ‘Alam. Hal ini termasuk ke dalam dosa besar yang berat sekali ancamannya. Namun hal ini jangan menjadikan anta berputus asa karena Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam Al Qur’an bahwa Dia akan mengampuni semua dosa selain dosa Syirik (menyekutukan Allah Azza Wa Jalla dengan hal lain dalam peribadatan seperti dalam doa, cinta, takut, permohonan dll). Sehingga seperti yang dikatakan oleh para Ulama selain dosa Syirik maka hal itu berada di bawah kehendak Allah Azza Wa Jalla. Jika Allah Azza Wa Jalla berkehendak maka Ia akan mengazabnya namun bisa jadi Ia mengampuninya.

    Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam sebuah hadits Qudsi bahwa Rahmat dan kasih-Nya mengalahkan murka-Nya.

    Hendaklah anta bertobat dan tobat itu ada syarat2nya. Diantaranya adalah meninggalkan dosa itu dan berkomitmen untuk tidak mengerjakannya lagi serta menyesal. Selain itu anta juga harus memohon ampunan kepada Allah Azza Wa Jalla.
    Anta hendaknya banyak menuntut ilmu agama. Anta berdomisili di mana? Jika di Jakarta Insya Allah setiap hari Sabtu di Masjid Al ‘Ithisham di jl Jend. Sudirman (dibelakang Arta Loka) ada kajian Islam mulai pukul 09:00-Dzuhur. dan pada hari Minggu di Masjid Alumni UNJ Rawamangun pada pukul 10:00-Dzuhur. Anta bisa banyak bertanya pada pengisi di sana, yaitu Al Ustadz Abul Mundzir Ja’far Sholeh, Al Ustadz Abu Muslim Ishaq, Al Ustadz Abu Ibrahim Muhammad As Sewed atau Asatidzah lainnya.

    atau anta bisa buka salafy.cjb.net atau al-ilmu.com atau ahlussunnah-jakarta.com

    Atau jika anta kesempatan Insya Allah pada 2-4 Agustus 2008 akan diadakan Dauroh Masyayikh yang akan mendatangkan para Ulama dari Makkah, Madinah dan Kuwait bertempat di Masjid Agung Manunggal Bantul.

    Insya Allah yang akan datang adalah

    1. Syaikh Al ‘Allamah Dr Muhammad bin Hadi al-Madkhali (Madinah, Saudi Arabia) *)
    2. Syaikh Dr Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari (Madinah, Saudi Arabia)
    3. Syaikh Dr Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul (Makkah, Saudi Arabia) *)
    4. Syaikh Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul (Makkah, Saudi Arabia) *)
    5. Syaikh Abu Abdillah Khalid adz-Dzufairi (Kuwait)

    * dalam konfirmasi.

    Wallahu ‘Alam

  53. Assalammualaikum Wr.wb
    untuk bapak Abu Usamah Terima kasih banyak. saya berdomisili di jakarta timur. pada saat ini saya baru mulai ikut kajian di majelis Rasullah di daerah Perdatam Kalibata. jawaban bpk membuat saya sedikit tenang dan semakin ingin dekat dengan Allah SWT.

  54. Ass
    Pa,sya sRing mastrubas,apakah sy wjib mandi wajib

  55. Ass..Af1 kang..Ana mau brtan¥A..ana dlu pernah melakukan mastrubasi dan pda saat itu ana slesai menstruasi..stelah 5 hri menstruasi ana mlakukan mastrubasi dan stelah mastrubasi ana langsung dpt lg..dan ana gk tau pa itu mens atau akibat mastrubasi..ana mau tan¥a pa itu bsa solat?

  56. assalamualikum,
    Disini saya hendak tanya apa hukum onani oleh seorang isteri jika suaminya tidak mampu memuaskannya @ patah d tengah jalan sedangkan utk itu dia beronani bagi memuaskan dirinya, dan menghindar dari melakukan maksiat dgn orang lain.

  57. Assalamualaikum, Wr.Wb
    Ustad…Saya berkonsultasi dgn dokter psikologi untuk terapi mengatasi ejakulasi dini. Metodenya ialah seperti melakukan masturbasi tetapi ketika mendekati ejakulasi ada teknik tertentu shg dpt menahan keluarnya sperma bahkan dpt merasakan multi orgasme. Apakah ini dikategorikan sbg onani?dan apakah hukumnya?

    Jazakalloh Khoir

  58. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Bagaimanakah sikap mempelajari ilmu Bela Diri? apakah sekedar hobi atau seperti orang cina muslim yang syarat hidup dengan kung fu sbg petarung? apakah ada beladiri yg Islami?
    Maaf konteks temanya tdk relevan ttp media ini yg mdh-mdhn dpt mmberi saya ilmu.

    Jazakumulloh khoiron katsiro

  59. Ass. Wr. Wb.

    Barokalloh fiik,…Pak Ustad apa saja bahaya Homoseks dan bagaimankah cara mengobatinya.

    Terima kasih

  60. alhamdulillah….skrng saya baru temukan obat dr penyakit yg selama ini merusak hidup saya….
    semoga Allah enjagaku dari perbuatan hina n memberi kekuatan untuk menghindarinya…

  61. Assalamu’alaykum Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

    Abu, saya seorang wanita dan mau nanya. kalau pas puasa ramadhan, trus kita melakukan perbuatan tersembunyi diatas, apakah saya wajib menqodho puasa saya? dan apakah saya diwajibkan untuk mandi jinabah seperti saat selesai haidh? dan kalau saya ga tau harus mandi atau tidak, lantas keesokan harinya saya puasa seperti biasa, apakah puasa saya (yg tanpa mandi) itu wajib saya qodho juga?

    mohon untuk dibalas ya, Abu…saya bingung ni :(

    Jazakallhu khoyrul jaza’

  62. Wa’alaykumsalam wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    Ana sebenarnya bukan orang yang memiliki kompetensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada, ada beberapa pertanyaan yang akan lebih tepat untuk ditanyakan kepada para Asatidz. Beberapa pertanyaan yang lain akan ana coba jawab dengan ilmu yang ada pada diri ana.

    Pertanyaan dari Puri,
    nampak jelas apa yang anti rasakan adalah keluarnya darah istihadhah. Darah istihadhah ini berbeda dengan haidh. wanita yang terkena isthihadhah masih diwajibkan sholat dan puasa sebagaimana wanita yang suci. Namun untuk sholat hendaklah ia selalu berwudhu pada tiap kali akan sholat walaupun wudhu sebelumnya belum batal menurut anggapannya, sebagaimana yang ditunjukan di dalam hadits-hadits yang shahih

    Rasulullah Shalallhu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy
    “Kemudian berwudhulah pada setiap akan shalat”
    (Shahih Sunan Ibnu Majah [507] Sunan Abi Daud ['Aunul Ma'bud I /490 no. 195] dan Sunan Ibni Majah [I/204 no. 624])

    Darah haidh dan Istihadhah berbeda, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam sabdakan kepada Fathimah bintu Abi Hubaisy
    “Jika memang itu darah haidh, maka ia berwarna hitam sebagaimana dikenal. maka tinggalkanlah shalat. Jika tidak seperti itu, maka berwudhulah. Karena ia adalah penyakit”
    (Irwaa’ul Ghaliil [no. 204], Sunan An Nasa’i [I/185], Sunan Abi Daud ['Aunul Ma'bud I/470 no 283])

    Kemudian yang banyak ditanyakan adalah apakah diwajibkan mandi setelah beronani.
    Perkara-perkara yang mewajibkan mandi adalah :
    1. Keluar mani, baik saat terjaga maupun saat tidur
    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda
    “Sesungguhnya air (mandi) itu disebabkan air (keluarnya mani)”
    (Mukhtashar Shahiih Muslim [151], Shahiih Muslim [I/269 no. 343], Sunan Abi Daud ['Aunul Ma'bud I/366 no 214])

    2. Jima’ (berhubungan intim) walaupun tidak keluar mani
    Dari Abi Hurairah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda
    “Jika ia telah duduk di antara keempat cabang isterinya, kemudian ia membuatnya kepayahan, maka ia wajib mandi. Meskipun tidak keluar air mani”
    (Mukhtashar Shahiih Muslim [152], Shahiih Muslim [I/271 no 348])

    3. Masuk Islamnya orang kafir
    Sebagaimana yang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam perintahkan kepada Qais bin ‘Ashim untuk mandi dengan daun bidara ketika Qais masuk Islam

    4. Terputusnya haidh dan nifas
    Rasulullah Shalallhu ‘alaihi wa salam bersabda kepada FAthimah bintu Abi Khubaisy
    “Jika datang haidh, maka tinggalkanlah sholat. Dan jika telah lewat, maka mandilah dan sholatlah”
    (Muttafaqun ‘alaih)

    5. Hari Jum’at
    Dari Abi Sa’id Al Khudri, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda
    “Mandi hari Jum’at wajib bagi setiap orang yang telah baligh”
    (Muttafaqun ‘alaih)

    Apakah puasa seorang yang beronani saat puasa Ramadhan itu batal dan apakah ia wajib mengqadhanya? Untuk perkara ini ana tidak mampu untuk menjawabnya. Wallahu ‘alam

    Sedangkan apakah puasa seorang yang junub atau bangun dalam keadaan junub maka puasanya sah, sebagaimana hal ini ditunjukkan oleh hadits dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah bangun dalam keadaan junub dan fajar telah terbit, maka beliau mandi dan berpuasa.

    pertanyaan lainnya ana akan coba jawab di lain kesempatan.

    Wallahu ‘alam

  63. Meski kita memang harus perpandangan ke dalam al’quran….dengan mengikuti cara pertama yaitu menikah dan cara kedua yaitu berpuasa….

    masalahnya..puasa itu hanya menjadi TAMENG..(artinya…itu bukan menjadi pelarian kita untuk tidak melakukannya…)..hanya sebagai pelarian kita..ujung2nya…pas abis buka puasa..paling itu Pisang di embat lagi sama si tangan jahil……

    saya benar2 memerlukan cara sampai saya benar2 tidak menyukai Onani..atau dengan kata lain saya bisa membuat pemikiran bahwa Onani terasa makan Tai bukan serasa Surga remaja..begitu loh paleh….

  64. saya jadi ingin bertanya juga setelah membaca. jika onani siang-siang dibulan ramadhan, apakah puasanya batal?

  65. Untuk saudaraku yang gak bisa hentikan onani.aku jamin deh kalo kalian semua menikah pasti gak bakalan onani lagi.pokoknya nikah itu melebihi onani.kita gak usah membayangkan bentuk tubuh dan suara.dengan menikah kita bisa menikmati tanpa berhalusinasi aliyas nyata.coba aja kalo gak percaya…GARANSI..

  66. bismillah…aFwan akhy,,ana pengen nanya soal mastrubasi,,ana punya shbt yang sering mastrubasi..ana ikutan bingung gimana cara ngebantu biar dia jgn lgi terlalu jauh terjerumus…!!! kadang setelah dia melakukan mastrubasi,,dia langsung terbebani rasa bersalah N g tanggung2 u/ nyakitin diriX..jujur ana takut kalau dia akan berbuat lebih nekat..ana sangat sayang ama sahabat ana itu N ana ga mau kalau terjadi apa2 ma sahabt ana itu..mohon bantuannya akhy…syukron jiddan

  67. saya minta alamat e-mail kaka bisa ga?
    saya ingin ngobrol
    please

  68. Bismillahi Ar Rahmaani Ar Rahiim

    Untuk Miftha, Insya Allah anta bisa terus menasehati dan mendoakan sahabat anta agar dapat dijauhkan dari perbuatan tersebut. Anta mungkin bisa menghabiskan waktu dengan sahabat anta sehingga waktu yang dimiliki sahabat anta tidak dihabiskan untuk berbuat hal yang tidak baik tersebut. Wallahu ‘alam

    Untuk dhi
    tafadhol bisa langsung email ke abuusamah88@yahoo.com atau chat lewat ym Insya Allah juga bisa.

  69. Asalamualaikum, aku ingin tannya apakah keluar madhi itu harus mandi junub? Saya pernah keluar madhi sehabis sms an ma pcrku trus saya mandi, wudhu, dan solat. Tapi tiba2 keluar lagi madhinya, apa batal solat saya? Dan ak mandi lagi dan kluar lagi madhi.

  70. ustadz sya n co sy slg mcintai.kmi slg mjaga dri msg2.hanya sja kdg kami bhubungan dn bsentuhan bdn tanpa memasukkan kemaluan satu sm lain.kami takut.bgmana mhindari hal tsb lg? kmi slg mcintai tp gk mw tbwa nafsu.trmksh

  71. Bismillahi Ar Rahmaan Ar Rahiim

    Wa’alaykumussalam Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh

    @ Hamba Allah

    Madzi adalah cairan putih (bening), encer, dan lengket yang keluar ketika naiknya syahwat. Tidak keluar dengan syahwat, tidak menyembur dan tidak pula diikuti rasa lemas (Syarh Muslim, Karya Imam An Nawawi III/213)

    Madzi di termasuk ke dalam najis, sehingga membatalkan sholat, jika keluar saat sedang sholat.

    Namun jika keluar madzi tidak perlu sampai mandi, tapi cukup berwudhu saja, sebagaimana di sebutkan dalam sebuah hadits dari ‘Ali Radhiyallahu’anhu, dia berkata,
    “Aku adalah laki-laki yang sering keluar madzi. Aku malu menanyakannya pada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam karena kedudukan puteri beliau. Lalu kusuruh Al Miqdad bin Al Aswad -Radhiyallahu’anhu- untuk menanyakannya, lantas Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
    ‘Dia (harus) membasuh kemaluannya dan berwudhu’”
    (Muttafaq ‘alaih, shahih Muslim [I/247 no 303], shahih Al Bukhari [I/230 no 132]).

    Jadi tidak perlu mandi jika keluar madzi, cukup hanya dengan membasuh kemaluan dan tempat yang terkena madzi dan kemudian berwudhu.

    @ Indri

    Bertaqwalah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Ingatlah bahwa anti belum halal untuk disentuh oleh lelaki tersebut.

    Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,
    “Janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Al Isra’: 32)

    Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda,
    “Kepala salah seorang ditusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”
    (HR At Thabrani dalam Al Kabir 20/210 dari M’aqil bin Yasar)

    Zina merupakan perkara yang keji yang sangat jelas pengharamannya di dalam agama kita. Oleh karena itu hendaknya ukhti menghindari perkara yang keji tersebut sekuat tenaga. Diantaranya adalah dengan menghindari pacaran.

    Jika memang anti mencintai lelaki tersebut atau sebaliknya, kalian harus manunggu sampai halal bagi kalian untuk berjumpa, yaitu setelah pernikahan, ana nasehatkan kepada anti untuk segera menikah, atau jika belum sanggup, untuk menunggu sampai kalian menikah.

    Kemudian pakailah hijab sebagaimana yang telah diwajibkan bagi wanita beriman untuk memakainya, yaitu hijab yang menutupi seluruh tubuhnnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya, kecuali kedua matanya (atau wajah dan telapak tangan).

    Kecintaan terhadap seseorang diwujudkan dengan cara membahagiakannya dan menjauhkannya dari keburukan dan bukannya menjerumuskan objek yang dicintainya ke dalam kemurkaan Allah ‘Azza Wa Jalla.

    Wallahu ‘alam

  72. assallamuallaikum wr wb
    alhamdulilah hirobill alamin …
    afwan akhi ana copy file nya utk menambah ilmu pengetahuan ana ya akhi ,sukron katsiroh akhi…
    :)

  73. Hukum Onani bagi mereka yang tidak mampu bernikah dan takut terjatuh ke dalam maksiat ialah harus dan tidak berdosa. Bahkan kaedah fiqhiyah juga menyebut : الضرورات تبيح المحظورات
    “ Kemudharatan itu membolehkan apa yang terlarang” (lihat Qawaid fiqhiyah m/s 67 oleh Dr Abd Karim Zaidan).

    Inilah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ibn taimiyyah dan Ibn Qayyim serta dari Ibn Aqil bahkan pendapat ini diperkuatkan oleh Imam Ahmad dengan riwayat bahawa para sahabat terdahulu beronani dalam perang dan ketika musafir sebagai keharusan melakukan onani apabila terdesak dan perlu (lihat Al-bada’I wal fawa’id m/s 870 Jilid 2).

    Adapun apabila melakukan onani itu hanya kerana mencari keseronokan dan berhibur dengannya maka hukumnya ialah haram dan ditegah ini kerana ianya termasuk perbuatan yang keji dan kotor serta memudharatkan akal dan jiwa sehingga menjadikan diri dikuasai oleh syahwat dan dibimbangi terjebak kepada zina.

    Namun apabila syahwat itu terlalu mendesak dan mengoda maka tidaklah mengapa beronani dengan tangan atau apa jua alatan asalkan sekadar mencukupi untuk memuaskan syhawat demi mencegah zina.

    Sabda baginda : “ Sesungguhnya kamu diutuskan untuk memudahkan manusia dan bukan untuk mempersusahkan” (hadith sahih, Riwayat jamaah kecuali Muslim).

    Walaubagaimana pun terdapat beberapa perkara yang perlu diperhatikan dalam beronani iaitu :

    Hukum onani akan menjadi haram apabila seorang lelaki itu mengunakan gambar lucah, atau bayangan di otaknya akan perkara kotor atau berkhayal wanita kerana ini bukan lagi beronani demi mencegah zina sebaliknya ianya sudah bertujuan mencari kepuasan dan berseronok dan ini diharamkan.

    Tidak boleh berseronok dengan jalan yang haram.

    Adapun sebaliknya mereka yang terdesak cukup sahaja beronani tanpa perlu bayangan dan khayalan atau apa-apa modal yang haram kerana niatnya sekadar untuk mengurang tekanan seksual dan ini dibolehkan.

    Begitu juga wanita yang tidak mampu menahan desakan batin maka tidak mengapa mereka beronani dengan mengunakan tangan atau apa alatan yang tidak merbahaya asalkan dibuat setelah terdesak bukan dengan sengaja atau berniat mencari keseronokkan.

    • Jazakallah khairan tambahan ilmunya,

  74. assalamualikum
    subhanallah,,Allah telah memberikan saya petunjuk tentang mencari tahu apa yg saya gundahkan sekarang..

    saya ingin bertanya..
    tetapi saya sangat malu untuk mengungkapkannya di sini,saya malu ..
    apakah saya bisa mengunjungi email anda atau alamat ym untuk bisa chatting?afwan ana ganggu,terima kasih sebelumnya telah mau membantu masalah ana selama ini..
    wassalamualikum

  75. subhanalllah segali blog ini..

  76. Ass. ustad, mau tanya. kalo onani setelah buka puasa (abis tarawehan), habis itu mandi wajib sebelum imsak. puasanya batal gak? jujur, kadang2x ana gak tahan..

    • Wa’alaykumussalam

      tidak membatalkan puasa Insya Allah.

  77. Bagaimana wanita??? Apakah diaa bisa melakukan onani??? Apakah dia juga mengeluarkan mani saat onani??? Apa harus mandi besar setelahnya???

    • wanita sama dengan lelaki sebagaimana di jelaskan dalam hadits Ummu Salamah -Radhiyallahu ‘anha-

  78. Qabla kulli syai’, jazakallah ilaik ya abu usamah.
    Terima kasih atas pemaparannya. Dgn ini ana mdpt ilmu br.
    Semoga Allah mngampni dosa2 kita semua dan menggolongkan kita ke dalam golongan hamba2Nya yg shaleh.

  79. perlu diketahui menikah untuk mencari keturunan, bukan semata-mata menyalurkan nafsu.
    jadi jadilah orang yg baik dengan meninggalkan yang buruk.
    terimakasih y kk blognya.
    blog yang uapik puoll

  80. thanks atas saran saranya

  81. pendapat Imam Ahmad bin Hanbal yang mengatakan bahwa sperma atau mani adalah benda atau barang lebih yang ada pada tubuh yang mana boleh dikeluarkan sebagaimana halnya memotong dan menghilangkan daging lebih dari tubuh. Dan pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hazm. Akan tetapi, kondisi ini diperketat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh ulama-ulama Hanafiah dan fuqaha hanbali, yaitu: Takut melakukan zina, Tidak mampu untuk kawin (nikah) dan tidaklah menjadi kebiasaan serta adat.

  82. MASALAH ONANI BUKAN MASALAH AKIDAH, AKAN TETAPI MASALAH FIKIH, KENAPA SAYA KATAKAN DEMIKIAN, KARENA ADA PERBEDAAN ULAMA DALAM MASALAH INI TENTANG BOLEH ATAU TIDAKNYA ONANI, JADI KITA MENGHARGAI PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN ONANI DIKARENAKAN MENGHINDARI MASALAH YANG LEBIH BESAR SEPERTI ZINA, KARENA KALAU KITA MELIHAT KEADAAN UMAT TERUTAMA PEREMPUAN YANG SELALU BERPAKAIAN YANG TIDAK SENONOH, INI AKAN MEMBUAT KAUM ADAM TERGODA,

    • memang, masalah ini adalah masalah ijtihadiyyah yang para Ulama berbeda pendapat.

      hendaknya bisa disikapi dengan arif. karena mereka yang berijtihad jika benar mendapat 2 pahala dan jika salah mendapat 1 pahala, wallahu ‘alam

  83. dari Imam Ahmad ini, onani boleh dilakukan apabila suatu ketika insting (birahi) itu memuncak dan dikhawatirkan bisa membuat yang bersangkutan melakukan hal yang haram. Misalnya, seorang pemuda yang sedang belajar di luar negeri, karena lingkungan yang terlalu bebas baginya (dibandingkan dengan kondisi asalnya) akibatnya dia sering merasakan instingnya memuncak. Daripada dia melakukan perbuatan zina mendingan onani, maka dalam kasus ini dia diperbolehkan onani.

  84. Para ilmuwan barat dan juga psikolog modern mengatakan bahwa melakukan onani tidak merusak kesehatan jika dilakukan tidak secara berlebih-lebihan. Karena ia hanyalah mengeluarkan apa yang berlebihan pada tubuh jadi kehilangan benih tidaklah merugikan tubuh karena kelenjar�kelenjar benih segera mengisi kekosongan. Meskipun demikian hal ini tidaklah menjadi dalil di bolehkannya melakukan onani karena sebenarnya bahaya dan kerugiannya terletak pada segi yang lain.(Lihat :Bimbingan Seks Suami Istri Pandangan Islam dan Medis, hal 192 ,dr. Nina Surtiretna).

    Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi dampak pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian yang dilakukannya, Dr. Archibald mengatakan bahwa pria yang bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah. Mereka bermasturbasi karena ketagihan. *(Lihat : Masturbasi: Masalah Klasik Pria, hal 61, dr. Handrawan Nadesul)

  85. dalam buku sutra ungu karya Ustadz Abu Umar Basyir dijelaskan bahwa oral sex hukum asalnya mubah. tidak ada dalil yang jelas menerangkan keharamannya. Yang tidak boleh adalah menjilat Madzi apalagi menelannya karena madzi adlah najis.

    bahkan seorang syeih (disebutkan dalam buku itu tapi saya lupa namanya) mengatakan, hukum asalnya boleh meskipun berasal dari gaya orang kafir karena tajbih (saya dibuat lupa olehNya ejaan benarnya tapi dalam istilah umum akrab dengan doggy style) juga berasal dari kebiasaan kafir qurays sebelum islam yang dibenarkan oleh ayat yang berisi pesan bahwa istri itu seperti ladang bisa didatangi dari depan atau belakang (semoga Saudara Abu Usamah memperbaiki/menegaskan nama ayat dan redaksi jelasnyanya). di akhir kalimat sang syeih mengatakan “tapi kami jijik melakukannya”

    yang saya pikirkan: meskipun boleh dengan syarat, susah untuk mewujudkannya karena kebanyakan perempuan (seperti informasi yang saya dapat dari internet) akan basah oleh madzi bila terangsang. demikian pula sebagain lelaki.

  86. sibukkan dengan ibadah

  87. jazakalla khoir ,syukron katsiro


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: